Kota Bogor (KF) – Kebijakan Wali Kota Bogor Bima Arya yang membekukan izin Masjid Ahmad Bin Hanbal menjadi sorotan banyak pihak.

Bogor Raya Institut (BraIn) salah satunya, pihaknya menyayangkan sikap Wali Kota yang membekukan izin masjid yang telah diterbitkan Pemkot Bogor 2016, karena proses pembangunan sedang dilaksanakan.

Bidang Komunikasi & Informasi BraIn Yusuf Hidayat mengaku soal pencabutan IMB masjid Ahmad Bin Hambal dirinya miris. Karena seorang pemimpin takut hanya di tekan oleh aksi masa.

Dirinya menilai, tidak ada dasar yang kuat bagi Wali Kota untuk membekukan apalagi mencabut IMB masjid.

Soal aliran wahabi kata dia, apa yang salah dengan wahabi? dasarnya masih Al Qur’an dan Sunnah, nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, kiblatnya masih Ka’bah.

“Jadi terlalu berlebihan kalau sampai mengutarakan wahabi adalah pengacau persatuan umat islam,” kata mantan Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) HMI itu.

Ia menambahkan, intinya hanya perbedaan khilafiah saja, secara prinsip keagamaan gak berbeda, kecuali paham ahmadiyah itu harga mati harus di tolak dan di demo besar besaran.

“Melihat realita ini, kami sedih dan sangat prihatin, karena sesama umat islam saling menyalahkan dan menganggap dirinya paling benar,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Sekjend DPP Pemuda Nasional (Pemnas) Sandi M Ilham mengatakan hal yang sama.

“Bagi kami, selama rukun Islam dan rukun imannya sama itu tidak usah menjadi perdebatan dan permasalahan kegiatan beribadah,” kata Sandi.

Dia juga mampertanyakan dasar Wali Kota membekukan pembangunan masjid tersebut.

Diakui Sandi, hal tersebut harus menjadi dasar akidah muslim secara individual. “Selama akidahnya (muslim) tidak terganggu maka selama itu pun HAK beribadah bagi ummat agama lain pun tidak terusik dan mesti di dukung,” tegasnya.

‌Ia menambahkan, Pemuda Nasional wajib menerapkan Ideologi Pancasila kepada seluruh anggota se-Indonesia agar memahami dan mengamalkan dasar negara yang dibentuk oleh para pendahulu di negeri ini.

Sebelumnya, telah ada aksi besar di Balai Kota Bogor dan akhirnya Bima Arya membekukan izin Masjid yang berlokasi di Bogor Utara itu.

“Yah, IMB dibekukan. Saya sampaikan tadi, karena permohonan dari warga, untuk menuju pencabutan (IMB) juga ada tahapannya,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima mengatakan, setelah diputuskan pembekuan IMB kemudian penyelesaian persoalan baik aspek teknis dan sosial dengan proses tabayun.

“Jika tidak selesai, maka masjid tidak bisa beroperasi karena syarat utama dari Pemkot Bogor adalah masjid dibuka menjadi masjid jami,” pungkasnya. (AG)

 

 

Editor: Agung P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.