Aktivis Jambi Minta Mabes Polri Usut Dugaan Korupsi Proyek di TanjabTim dan TanjabBar

Jakarta – Kabar Faktual

Setelah rombongan aktivis dan forum mahasiswa indonesia (FMI) berjumlah berkisar 50 orang demo di Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), Aksi demo kembali dilanjutkan di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

 

Arpandi selaku Koordinator aksi demo menyampaikan, kedatangan mereka ke Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan laporan pengaduan LCKI pada bulan Maret tahun 2016 dengan Nomor : 026/LCKI/JBI/III/2016 terkait pelaksanaan proyek yang diduga ada penyimpangan dan korupsi di kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), provinsi Jambi.

 

“Kedatangan Kami ke sini yaitu Mabes Polri untuk menanyakan segala perkembangan laporan kami sebelumnya terkait dugaan korupsi pada beberapa proyek di kabupaten Tanjung Jabung Timur dan kabupaten Tanjung Jabung Barat, provinsi Jambi,” ujar Arpandi kepada Kabarfaktual.com, senin (23/10/17).

 

Kemudian, Arpandi bersama rekannya menyerahkan kembali laporan pengaduan yang diterima oleh Kasubbag Yanduan Bagian Anev RO PID, Mabes Polri Allgrina R Surviva. S. SOS. M.A.B; Dalam keterangannya, Kasubbag Yanduan mengatakan, bahwa laporan akan diteruskan kepala Kapolri untuk ditindak lanjuti.

 

” Setelah kami menanyakan perkembangan laporan kami, yang diterima oleh Allgrina selaku Kasubbag Yanduan. Lalu Kasubbag mengatakan akan meneruskan laporan tersebut kepada Kapolri untuk segera ditindaklanjuti,” ungkap Arpandi.

 

Didalam isi laporan tersebut tuntutan aktivis dan mahasiswa kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas dugaan kecurangan pada proyek soal, Pertama, peningkatan jalan Parit 7 Lambur Luar dengan nilai Rp.10.950.849.000 tahun 2013; Kedua, peningkatan jalan Sei Tawar-Mendhara dengan nilai sebesar Rp. 5.303.695.000 tahun 2013; Ketiga, proyek peningkatan jalan Sei Tawar – Mendahara Ilir dengan nilai Rp.6.697.034.000; tahun 2012, Keempat, peningkatan Parit Rata-Lagan Tengah (DAK) dengan nilai Rp.5.550.000.133,- dan kelima peningkatan jalan Letnan I.M. Tohir-Jalan Wr. Supratman-Letnan Muda Suparjo dengan nilai Rp. 30.512.000.000; Kelima proyek ini ditangani Dinas Pekerjaan Umum Tanjung Jabung Timur.

 

Ke enam, proyek pembangunan Anjungan Marina Pengabuan Permai (Segmen II)  dengan nilai Rp. 33.674.333.000; dan ketujuh,  proyek pembangunan Anjungan Marina Pengabuan Permai (Segmen III)  dengan Rp.33.729.059.000; kedua proyek ini ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang diduga telah merugikan keuangan kas daerah sebesar Rp.5,8 miliar. (EFT/Arp)

 

 

 

 

Editor: Tobing

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.