“Ini semua diperlukan bukan hanya terhadap Islam dan kitab sucinya, tetapi juga terhadap agama-agama lain di dunia dan kitab suci masing-masing, agar sikap intoleransi dapat dikoreksi dan tidak diulangi, dan harmoni di antara masyarakat beragama di dunia dapat dikuatkan,” imbuhnya.
Diketahui peristiwa penistaan terhadap Al-Qur’an terjadi pada Kamis (20/7) kemarin. Seorang pria yang sempat membakar Al-Qur’an pada Juni lalu, kembali melakukan penistaan terhadap Al-Qur’an. Kali ini, pria nonmuslim asal Irak tersebut menginjak-injak dan menendang mushaf Al-Qur’an yang disucikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
HNW menyebut, OKI beranggotakan 57 negara Islam dan berpenduduk mayoritas Islam di dunia, sementara anggota Liga Muslim Dunia terdiri dari para tokoh muslim berpengaruh. Karenanya dia menilai peran kedua organisasi tersebut sangat strategis, khususnya dalam upaya menghentikan penistaan agama Islam. Keduanya juga dapat mendesak Pemerintah Swedia agar dapat mengoreksi aturan hukumnya guna mencegah agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan pelaku diberi sanksi hukum.
Tinggalkan Balasan