BACO Minta Kejari Usut Dugaan Pungli PTSL di Desa Rawa Panjang

Kabupaten Bogor – KabarFaktual

Kembali terjadi adanya dugaan pungutan liar (Pungli) dalam program  Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), kali ini diduga di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Setiap pemohon PTSL dipungut biaya sebesar Rp500 ribu.

 

Terkait adanya dugaan pungli tersebut, kepala Desa (Kades) Rawa Panjang, Marulloh mengatakan, bahwa isu pungli yang terjadi di desa yang dipimpinnya, dirinya tidak mengetahui secara detail yang mana setiap pemohon dipungut biaya berkisaran Rp500 Ribu.

 

“Saya telah memberitahukan jajaran ditingkat RT dan RW maupun tim panitia lokal PTSL tingkat desa untuk melakukan pungutan yang harus diminta kepada masyarakat berpatokan pada surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Yang mana, biaya resmi dalam program PTSL ini, hanya diperbolehkan memungut Rp150 ribu kepada pemohon program PTSL,” tegas Marulloh kepada kabarfaktual.com, Selasa (19/9/17).

 

Ia menambahkan, bahwa dirinya dalam hal program PTSL yang adalah salah satu program dari Presiden RI Joko Widodo, sangat menjaga jangan sampai terjadi pungli seperti isu yang merebak saat ini di desa Rawa Panjang, apalagi saat ini Saber Pungli pun memantau Desa-desa yang menerima kuota program PTSL  yang telah diberikan dari Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kabupaten Bogor.

 

“Insya Allah program PTSL ini, saya akan menjaga sehingga tidak terjadi pungli, dan tidak perlu saber Pungli turun ke desa Rawa Panjang,” ujarnya.

 

Masih lanjutnya, dari kuota 2500 bidang yang telah diterima desa Rawa Panjang yang dibagikan secara merata ke tingkat RT dan RW se-desa Rawa Panjang. Marulloh mengakui, bila dengan adanya pungutan hingga Rp500 ribu per pemohon telah dilakukan jajaran bawahannya tersebut.

 

“Saya tidak tega sebenarnya, dengan melihat kinerja perangkat RT dan RW yang bekerja dari pagi hingga larut malam dalam pengumpulan dan melengkapi berkas ke setiap warga. Maka hasil dari kesepakatan seluruh RT dan RW memungut sebesar Rp500 ribu rupiah,” akunya.

 

Menyikapi itu, Direktur Bogor Anti Corruption and Organisation (BACO) Rahmatullah mengaku geram melihat adanya indikasi pungli yang seolah mendapatkan restu dan pembiaran dari Kades Rawa Panjang Marulloh, padahal sudah sangat jelas melanggar aturan yang ada.

 

“Saya minta pihak penegak hukum baik Kejaksaan dan tim Saber Pungli Kabupaten Bogor agar melirik dugaan kasus tersebut di Desa Rawa panjang terkait program PTSL. Dan saya berjanji akan mengawal dan melaporkan hal ini kepada penegak hukum kalau ini masih dilakukan pemdes Rawa Panjang,” tegasnya. (Rie)

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.