kabarfaktual.com – Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, mengakibatkan sedikitnya 40 sekolah rusak dan terendam. Pemerintah Kota (Pemkot) Padang memutuskan meliburkan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di seluruh sekolah terdampak mulai Selasa (4/8/2026) untuk mendukung proses penanganan pascabencana.
Banjir yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) tersebut merendam 23 titik di sembilan dari 11 kecamatan di Kota Padang. Selain merusak permukiman dan fasilitas umum, bencana juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Sejumlah siswa sempat terjebak di sekolah saat banjir datang dan harus dievakuasi oleh tim SAR ketika hendak pulang.
Salah satu peristiwa evakuasi terjadi di SMPN 27 Padang. Kepala SMPN 27 Padang, Wetty, mengatakan ratusan siswa sempat bertahan di lingkungan sekolah selama sekitar satu jam sebelum berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Guru bahkan ada yang baru bisa pulang pukul 22.00 WIB karena terjebak air,” ujar Wetty.
Akibat banjir tersebut, sebanyak 728 siswa SMPN 27 Padang diliburkan. Sementara itu, para guru difokuskan untuk bergotong royong membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir di area sekolah agar kegiatan belajar dapat segera dipulihkan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan kebijakan meliburkan proses belajar mengajar diberlakukan di seluruh 40 sekolah yang terdampak banjir. Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan siswa sekaligus mempercepat proses pembersihan fasilitas pendidikan.
“Dari puluhan tempat pendidikan yang diterjang banjir, bangunan SMPN 41 Padang tercatat sebagai lokasi dengan kerusakan terparah. Posisi area sekolah yang berada tepat di tepi aliran sungai menjadi pemicu utama parahnya dampak yang ditimbulkan,” kata Fadly.
Selain SMPN 41 Padang, SDN 32 Padang juga mengalami kerusakan berat. Di kedua sekolah tersebut, bangunan masih tertutup endapan lumpur tebal, batu, dan kayu yang terbawa arus banjir sehingga belum memungkinkan untuk digunakan kembali.
Fadly menegaskan Pemkot Padang terus mempercepat upaya pembersihan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung.
“Aktivitas sekolah yang terdampak, PBM-nya sudah diliburkan untuk penanganan ini. Kita usahakan dipercepat pembersihannya sehingga anak-anak bisa segera kembali belajar,” ujarnya.
Untuk mendukung pemulihan jangka panjang, Pemkot Padang juga mendorong percepatan rehabilitasi fisik gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Program perbaikan tersebut direncanakan dilakukan melalui kolaborasi pendanaan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang, sehingga fasilitas pendidikan dapat kembali berfungsi secara optimal.

