Dewan Kota Bogor Dukung Rencana Penataan PKL Malabar

KabarFaktual.com – Rencana penataan PKL Jalan Malabar yang akan dilakukan Kecamatan Bogor Tengah rupanya tinggal eksekusi, karena Paguyuban Pedagang Malabar Bersatu telah sepakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendukung setelah meninjau ke lokasi.

 

Untuk memastikan tersebut, didampingi Camat Bogor tengah Abdul Wahid, Lurah Tegal Lega Ervin, Ketua LPM dan Ketua Paguyuban Pedagang, Komisi II dan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardhana melakukan peninjauan ke lokasi kemarin.

 

Ketua Paguyuban Pedagang Malabar Bersatu Glen mengatakan, pihaknya telah siap direlokasi ke Taman Tuyul untuk sementara yang nantinya akan ditata menjadi sentra kuliner.

 

Menurut dia, dengan dibangun sentra kuliner, tentunya menguntungkan karena akan ramai, dalam prosesnya pedagang harus mengosongkan terlebih dahulu lahan yang kini diguanakan berjualan yakni dari SDN Malabar hingga SDN Baranangsiang.

 

“Alhamdllulilah kami berterima kasih ke pemerintah, karena dalam konsep penataan ini kami dimanusiakan, maka dari itu kami sudah sepakat dan mendukung,” kata Glen, Selasa (22/9/20).

 

Diakui dia, setelah duduk bareng dan denga Camat, Lurah dan LPM, maka ditemukanlah solusi. “Kita ikuti keinginan pemerintah dan pemerintah juga mengakomodir keinginan kita. Dan nanti kita bantu dalam penertiban ini,” ungkapnya.

 

Sementara salah seorang pedagang Upi mengatakan, rencana pemerintah melakukan penataan akan berdampak positif baik bagi lingkungan dan juga para pedagang.

 

“Kami mendukung penuh rencana pemerintah untuk ditata di Taman Tuyul. Karena selama ini kami bertahun-tahun menempati lahan pemerintah tanpa menyewa dan saat ini mau ditata, kami bersedia
Yang penting kita bisa tetap berjaualan,” ujar Upi.

 

Ditempat yabg sama Ketua LPM Kelurahan Tegal Lega Edi Elfian menyambut baik rencana penataan PKL di Jalan Malabar yang sudah dinanti warga sejak lama.

 

“Sangat bagus sekali, karena selama ini para PKL liar dan ada juga segelintir oknum yang menyewakan kios padahal lahannya punya pemerintah,” jelasnya.

 

Lalu lanjut dia, dengan penataan tersebut maka lingkungan tidak akan kumuh lagi, karena trotoarnya akan berfungsi kembali, jalur hijaunya akan kembali bagus dan drainase juga akan bisa diperbaiki sehingga tidak lagi banjir.

 

Selaku ketua LMP kata dia, dirinya sering menerima aduan dari warga karena lingkungan jadi kumuh, bahkan pihak sekolah telah mengadukan beberapa kali, karena keberadaan PKL tersebut menjadikan kawasan pendidikan jadi kotor.

 

Sementara Wakil Ketua Komisi II Rizal Utami, setelah menerima perwakilan para PKL pihaknya mengundang, Camat, Lurah dan Satpol PP untuk diminta penjelasan. “Lalu hari ini kami meninjau ke lokasi,” kata Politisi PPP itu.

 

Sebelumnya kata dia, Camat memberitahukan bahwa telah menyediakan tempat relokasi seluas 8.500 meter. “Kami berprinsip dalam relokasi tidak ada penggusuran, maka harus di sediakan tempat dulu baru relokasi,” jelasnya.

 

Saat meninjau ke lokasi kata Rizal, di loaksi ada spanduk bahwa PKL siap direlokasi. “Ya jelas, tadi kami bicara dengan ketua paguyuban pedagang, mereka siap pindah. Dan ketua LPM juga menerangkan bahwa pedagang siap direlokasi,” jelasnya.

 

Pada intinya kata dia, pihaknya mendukung penataan tersebut sepanjang sudah disiapkan tempat relokasi. “Ini baik untuk penataan kota supaya tidak banjir, apalagi dibawah perumahan warga, jadi kami sangat mendukung,” tuturnya.

 

Bahkan tambah RU sapaan akrabnya Politisi PPP itu, saat melakukan peninjauan, kepala sekolah sangat berterina kasih atas rencanaan penataan tersebut, karena pihak sekolah telah menantikan sejak bertahun-tahun. (Eft)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.