Di Kota Bogor Ada Toko “Umat” Bernuansa Islami

Kota Bogor – Kabar Faktual

Inovasi memajukan ekonomi kerakyatan diwujdukan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) melalui pendirian toko moderen (minimarket-red) yang investasinya berbasiskan umat atau berjamaah.

 

Minimarket bernuansa islami itu bernama toko umat dan didirikan dengan pendanaan para anggota koperasi dengan nilai investasi minimal Rp500 ribu sampai maksimal Rp5 juta.

 

Secara umum toko umat menjual produk yang sama dengan toko moderen lainnya, namun toko umat juga bergerak memberdayakan Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada diwilayah setempat untuk pembinaan hingga penjualan.

 

Konsultan Minimarket Toko Umat, Bisma Negara mengatakan, saat ini baru ada dua Toko Umat di Kota Bogor, satu gerai di Jalan Bambarung, Kecamatan Bogor Utara dan satu gerai lainnya berlokasi di wilayah Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal.

 

Diakui dia, konsepnya Toko Umat adalah investasi berjamaah yang mengedepankan pemiliknya orang lokal di wilayah setempat. Misalnya di Mekarwangi, minimal 60 persen saham pemiliknya warga Mekarwangi, termasuk para pelaku UMKM yang memadukan produk serta pegawai Toko Umat warga asli wilayah itu.

 

“Ditoko ini, hampir 30 persen produk yang dijual adalah dari UMKM lokal Kota Bogor,” ungkap Bisma Minggu (05/11/17) sore.

 

Bisma melanjutkan, untuk pembagian hasilnya berdasarkan point, aktivitas belanja dan nilai saham. Untuk pembagian hasil kepada owner sebesar 60 persen dari nilai profit, usaha ini dibawah naungan koperasi sehingga keuntungan disalurkan ke koperasi.

 

Masih kata dia, pihaknya menargetkan membuka 100 outlet Toko Umat dan saat ini baru dua saja.

 

“Khusus di Kota Bogor, ya minimal ┬ásetiap kelurahan memiliki satu toko,” tambahnya.

 

Ia melanjutkan, karena orientasi toko muslim, banyak produk muslim didalam Toko Umat. Konsep toko juga store education, sehingga banyak terpampang hadist ataupun doa doa, misalnya doa mau masuk kamar kecil atau doa sebelum makan.

 

Selain itu kata dia, untuk pemberian bonus kepada pembeli nya juga diusahakan untuk lebih Islami.

 

“Kalau belanja Rp 100 ribu mendapat Al-Qur’an. Musiknya juga kami menggunakan musik Islami dan tentunya nyaman. Masalah harga juga lebih murah daripada kompetitor lain,” ujarnya.

 

Ia menuturkan, agar perputaran uang tetap disini, maka ia wajibkan

setiap anggota koperasi atau pemilik saham dipaksa untuk belanja. Karena konsepnya dari anggot untuk anggota, tapi positifnya menggairahkan UMKM.

 

“Toko Umat menjual barang yang dijamin halal. Kami tidak menjual minuman keras, kondom dan rokok,” jelasnya.

 

Dalam mengembangkan bisnisnya, konsep toko umat tidak mematikan warung tradisional, tapi menggairahkan UMKM. “Kami terus berjuang membina para UMKM agar prodaknya layak dijual di toko modern,” bebernya.

 

Pihak Toko Umat bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor untuk modal usaha pinjaman dari dana wakaf. Sementara pelatihan UMKM dan anggota Toko Umat gratis tanpa iuran sedikitpun.

 

“Saya harapkan konsep ini bergerak. Kedepan saya juga akan mengusung konsep Toko Guruku yang memiliki saham adalah para guru Kota Bogor. ┬áToko Guruku akan dikaji terlebih dahulu dan kami punya tenaga ahli,” pungkas dia. (EFT)

 

 

 

 

Editor: Opik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.