Lelang dilakukan secara terbuka di mana pergerakan penawaran harga dari masing-masing calon pemasok bisa terlihat jelas oleh calon mitra lainnya serta semua peserta lelang. “Semua kami lakukan secara transparan sesuai dengan komitmen kami dalam melakukan transformasi. Kepercayaan pada perdagangan internasional sangatlah mahal harganya, karenanya harus selalu kami jaga,” imbuhnya.
Sebelumnya, laporan mengenai penggelembungan harga impor beras telah sampai ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bulog mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras dari Kementerian Perdagangan sebesar 3,6 juta ton pada 2024. Pada periode Januari-Mei 2024, jumlah impor sudah mencapai 2,2 juta ton.
Impor dilakukan oleh Bulog secara berkala dengan melihat neraca perberasan nasional, serta mengutamakan penyerapan beras dan gabah dalam negeri. Sampai akhir Juni, Bulog telah menyerap 800 ribu ton beras dalam negeri dan optimis bisa menyerap 1 juta ton beras, melebihi dari target pemerintah.
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, juga membantah isu penggelembungan harga impor beras yang kini tengah menyeret perusahaan tersebut. Menurutnya, perusahaan asal Vietnam, Tan Long Vietnam, yang disebut-sebut sebagai distributor impor beras ke Bulog, justru tidak memiliki kontrak apapun dengan BUMN pangan itu di 2024.
1 Komentar