FMI Demo Kemen PUPR, Minta Proyek Bermasalah di Jambi Diusut Tuntas

Jakarta – Kabar Faktual

Forum Mahasiswa Indonesia (FMI) dengan massa berkisar 50 orang melakukan demo di depan gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), pada senin (23/10/17) terkait pekerjaan sejumlah proyek di provinsi Jambi diduga bermasalah. Sejumlah proyek tersebut telah menghabiskan dana APBN tahun 2016 berjumlah ratusan miliar disinyalir terjadi dugaan korupsi besar-besaran.

 

Menurut Arpandi, selaku koordinator aksi. Dirinya meminta agar kementerian PUPR segera turun untuk melakukan pengecekan atas laporan terkait sejumlah proyek di provinsi Jambi diduga bermasalah.

 

” Kami datang kesini (Gedung PUPR-red) untuk meminta ketegasan dari pihak kementerian PUPR agar turun ke Jambi. Cek dan periksa dengan teliti akan Adanya informasi dugaan korupsi besar-besaran di beberapa proyek provinsi Jambi,” terang Arpandi kepada Kabarfaktual.com, senin (23/10/17).

 

Arfandi menambahkan, jika pihak PUPR tidak juga ada tindakan maka dirinya bersama FMI akan mengerahkan massa yang lebih besar sampai ada proses dan pihak-pihak selaku maling duit rakyat dipenjara demi efek jera kedepannya.

 

‘Jika PUPR tidak juga ada tindakan untuk memproses semua laporan kami soal dugaan korupsi di provinsi Jambi, maka kami mahasiwa akan mengerahkan maasa yang lebih besar sampai laporan kami diproses kebenarannya,” tegas Arpandi.

 

Adapun kegiatan proyek yang diduga bermasalah tersebut diantaranya, pekerjaan bedah rumah bantuan stimulan perumahan swadaya masyarakat di kabupaten Muaro Tebo tahun 2017, dengan nilai anggaran Rp. 2.700.000.000,-, Pembangunan Ponpes AN’Nur Deda Tangkil Kabupaten Muara Jambi tahun 2016 dengan anggaran miliaran rupiah, serta progran stimulan rumah swadaya untuk masyarakat miskin dengan sistem bantuan tunai sebesar Rp. 30.000.000.000,- ¬†tahun 2016. Ketiga proyek ini ditangani Satuan Kerja Penyediaan Rumah Direktorat Jenderal Perumahan Rakyat dikepalai Tambat.

 

Kemudian, Pelaksaanaan proyek preservasi peningkatan struktur jalan Makalam kabupaten Bangko – Batas Kabupaten Kerinci telah menelan dana sebesar Rp. 40.808.230.000,- Proyek preservasi dan pelebaran jalan arah ke Muara Tebo-Muaro Bungo-Sei Bengkal, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 41.562.469.000,-, Kedua proyek ini ditangani satuan kerja wilayah dua BPJN IV Ditjen Bina Marga dikepalai Endri Jamal.

 

Proyek pembangunan prasarana pengendalian banjir sungai batang tantan kabupaten Merangin tahun 2016 sudah habiskan anggaran sebesar Rp. 13.996.000.000,- Proyek penanggulangan bencana banjir/tanggap darurat kabupaten Kerinci tahun 2017 menghabiskan dana cukup besar. Kedua kegiatan proyek ini ditangani BWSS VI Ditjen Sumber Daya Air.

 

Terakhir,  proyek pembangunan drainase dikota Jambi tahun 2016 menelan dana sebesar Rp. 4.586.000.000,- Ditangani satuan kerja Ditjen Cipta Karya dikepalai Eka. (EFT/ARP)

 

 

 

Editor: Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.