Gelar Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Ini Penjelasan Bupati Bogor

KabarFaktual.com – Berdasarkan Hasil Kajian Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa barat, bahwa Kabupaten Bogor masih berada pada zona orange sehingga PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Menuju Masyarakat Sehat, Aman Dan Produktif diperpanjang hingga 27 Oktober 2020 nanti.

 

Melalui ketua tim Satgas Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengatakan, hasil dari rapat evaluasi penanganan covid-19 di Kabupaten Bogor pertama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk Satgas penanganan Covid-19 di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Pasalnya, kesadaran masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) di nilai masih kurang, sosialisasi prokes serta Gerakan 3M (Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak) harus terus dilakukan.

 

“Kinerja Satgas tingkat Desa dan Kecamatan diharapkan kebih maksimal dalam menangani masalah di wilayah,” ungkap Ade Yasin kepada wartawan, Senin (05/10/2020).

 

Menurutnya, dalam rangka mananggulangi permasalahan banyaknya Tenaga Medis yang terdampak Covid-19, maka tenaga tedis pada Dinas Kesehatan (Dinkes) agar menambah tim relawan. Selain itu, penanganan masalah Covid masih belum maksimal khususnya penanganan pasien OTG dan seiring meningkatnya kasus, rumah sakit serta ruang isolasi mulai penuh, sehingga perlu diambil sebuah langkah strategis.

 

“Intruksi saya dalam rencana tindak lanjut dalam penanganan kasus Covid-19 di Bumi Tegar Beriman dimana dinkes agar memaksimalkan Crisis Center untuk memaksimalkan penanganan Covid,” tuturnya.

 

Adapun, sambung Bupati, dalam upaya penanganan Covid-19, Satpol PP agar bisa melibatkan Ormas, OKP, dan mahasiswa sampai level Desa dan membentuk Satgas khusus. Dinkes pun agar menyiapkan Rumah Sakit khusus Covid-19 dan pusat isolasi tambahan.

 

“Dinkes agar segera melakukan rekruitmen Relawan dan Tenaga Kesehatan tambahan,” terangnya.

 

Lebih lanjut ia memaparkan, dinkes juga agar segera mengaktifkan Labkesda dan mengoptimalkan PCR yang sudah ada.
Tim satgas diminta dapat melaksanakan survey dan penelitian dengan melibatkan tim ahli dan BPS sebagai dasar kebijakan dan langkah strategis tim Satgas.

 

“Satgas juga diharapkan bisa menyampaikan rencana giat perhari dan disebarkan di Group WhatsApp, dengan mengurangi pertemuan tatap muka,” ujarnya.

 

Selain itu, lanjut dia, satgas agar menunjuk tim khusus serta membatasi izin keramaian seiring dengan banyaknya permintaan izin untuk melaksanakan kegiatan dengan melibatkan banyak kerumunan massa. Adapun, setiap lembaga, perusahaan, lembaga pendidikan maupun pondok pesantren agar membuat Satgas khusus untuk penanganan covid-19 di tempatnya masing-masing sehingga penanganan lebih maksimal, serta instansi yang membawahi juga bisa melaporkan kepada Satgas Kabupaten secara periodik.

 

“Satgas tingkat desa dan kecamatan diharapkan bisa lebih maksimal dalam menangani covid-19 dengan mengoptimalkan peran Linmas. Pengaturan kegiatan atau acara dengan melibatkan kerumunan massa tidak lagi 50 persen dari kapasitas tempat, tapi maksimal peserta sebanyak 150 orang,” paparnya.

 

“Dan untuk Jubir Covid-19 adalah Kadiskominfo didampingi satu orang pihak Dinas Kesehatan. Saya juga mengimbau agar semua perkantoran dapat melakukan SWAB Test,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Sah | Rfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.