Gelar Tablig Akbar, YPBI Hadirkan Mantan KSAD Jenderal Purn Agustadi

KabarFaktual.com – Guna meluruskan sejarah serta mewaspadai Komunis Gaya Baru, Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia (YPBI) adakan Tablig Akbar Kebangsaan dengan menghadirkan Nara Sumber mantan Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) Jendral (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, yang dilaksanakan di Masjid Agung Komplek Pesantren Baitussalam, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/09/2020).

 

Ketua Panitia Kegiatan Tahunan di YPBI, Zaki Wildan Firdaus menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober nanti, maka perlu melakukan pelurusan sejarah untuk menyikapi kewaspadaan terhadap upaya-upaya maupun opini akan adanya Komunis Gaya Baru (KGB).

 

“Ini kita lakukan dalam bentuk ide-ide dan pemikiran menyeluruh supaya tidak menggerogoti kehidupan politik ekonomi sosial dan budaya di negeri kita,” tutur Zaki yang menjabat juga sebagai Wakil Sekretaris YPBI.

 

Adapun peristiwa Gerakan 30 September yang lalu, menurut Zaki, adalah merupakan salah satu rangkaian sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja, apabila hal ini dikaitkan dengan ideologi Negara yang hari jadinya kita peringati setiap tanggal 1 Oktober.

 

“Mengabaikan peristiwa G 30 S/ PKI sama halnya dengan kita mengabaikan Hari Jadi Kesaktian Pancasila,” tegas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMIT Baitussalam ini.

 

Seusai memberikan ceramah Kebangsaan, Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan kepada media, kehadirannya sebagai langkah mengingatkan kembali khususnya untuk staff pengajar, para santri serta akademisi di lingkungan YPBI akan bahaya laten Komunis Gaya Baru.

 

“Apabila kita lengah, tentunya ini sangat berbahaya bagi negara. Termasuk berita yang tersebar lewat media sosial maupun media elektronik, kita harus bisa menyaring antara berita hoaks atau bukan,” tuturnya.

 

Dirinya berpesan untuk generasi muda, tetap waspada dan jangan sampai lengah dengan pergerakan apapun yang nantinya akan menghancurkan bangsa ini.

 

“Supaya bisa mewarisi dan meneruskan apa-apa yang dilakukan oleh orang tua terdahulu, jangan melupakan sejarah, karena dengan sejarah yang akan menunjukan kebesaran suatu bangsa,” tandas Mantan KSAD Era Presiden SBY ini.

 

 

 

 

 

 

Fer | Rfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.