GERAM, Nilai Kades Cibatok Satu Tak Peduli Atas Keluhan Warga Soal Bau Sampah

Kabupaten Bogor – Kabar Faktual

Sampah yang bertumpukan, membuat masyarakat semakin tidak nyaman dalam aktivitasnya. Bak penampungan sampah yang bertitik di desa Cibatok Satu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, membuat lalat dan bau tidak sedap menjadi sorotan dan cibiran masyarakat.

 

Adanya keluhan warga tersebut dibenarkan oleh Hasyemi Faqihudin, ketua umum Gerakan Masyarakat (Geram). Menurutnya pemerintah dalam hal ini desa Cibatok Satu terlalu over acting dan tidak memperhatikan aturan dan adanya suatu kendala di masyarakat.

 

“Negara terus serius membangun desa melalui kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi (Kemdes PDTT). Namun sayangnya tidak menerima masukan menjadi kendala di pemerintah desa saat ini, sehingga banyak terjadi penyelewengan” tegas Hasyemi kepada Kabarfaktual.com, senin (25/9/17) malam.

 

Hasyemi mengaku, saat ini Ia akan mencoba masuk melalui langkah konstruktif hingga menekan ke kemdes melalui wadah mahasiswa nasional yang sudah dibentuk, yaitu “mahasiswa peduli desa”.

 

“Saat ini saya bersama kawan-kawan mahasiswa dari Sabang sampai Merauke sudah membentuk suatu wadah. Insya Allah bisa sinergis dengan gerakan masyarakat yang akan dibentuk cabang di DKI jakarta” ungkapnya.

 

Masih kata Hasyemi, dirinya menyayangkan kades Cibatok Satu, Deni Romadhon, yang tidak ada kepedulian atas keluhan warganya. Menurutnya, seiring penegakan hukum semakin kuat, namu hal kecil membangun bak sampah diatas sungai saja diabaikan.

 

“Saya menyayangkan sikap kades Cibatok Satu atas ketidak peduliannya soal sampah. Malah saya mendapat laporan dari masyarakat bahwa warga akan dipungut Rp15.000 per rumah tangga, namun nyatanya mana? Grobak sampah saja yang sudah dianggarkan malah tidak ada, malah keduluan bantuan dari DPR RI dan Kementrian lingkungan hidup,” keluhnya.

 

Dalam hal ini, Hasyemi menyarankan, agar untuk gaji tim kebersihan cukup Rp500 setiap rumah saja, jangan membebani rakyat. Sebab stabilitas ekonomi nasional saat ini tidak stabil.

 

“Saran saya untuk tim kebersihan diberikan gaji yang dipungut dari setiap rumahtangga. Kan TPSA se kota dan kabupaten Bogor tidak jauh dari kecamatan dan desa Cibatok Satu. Dengan adanya partisipasi dari warga untuk gaji tim kebersihan, sehingga tidak terjadi suatu pungli,” tutupnya. (Eff/G/H)

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.