Habis Pukuli Istrinya, Kakek Tua di Cileungsi Ini Malah Gantung Diri

Kabupaten Bogor – Kabar Faktual

Jajaran Polsek Cileungsi mengevakuasi korban Gantung Diri (Gandir), yang tergantung di kediamannya sendiri di Perumahan Limus Nunggal Regency blok L7 nomor 14 RT 011 RW 06, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, sekira pukul 11.30 WIB, Minggu (1/10/17).

 

 

Diketahui bernama Wahidi (62) pria paruh baya, membuat terkejut warga setempat. Sebelumnya, penemuan korban yang diduga bunuh diri dengan cara menggantung dirinya sendiri. Adapun kronologisnya pada minggu 30 Oktober 2017, sekitar pukul 23.30 WIB, yakni saudari Hamidah (56) yang merupakan istri dari korban Gandir itu ribut masalah rumah tangga.

 

“Sampai akhirnya Hamidah itu dipukuli oleh suaminya, oleh korban Gandir itu dengan menggunakan balok dan tongkat, sehingga menyebabkan luka-luka di bagian kepala dan di bawa oleh warga sekitar ke Rumah Sakit Thamrin Cileungsi,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Jaka kepada wartawan, (1/10/2017).

 

Kapolsek menambahkan, setelah insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Wahidi (Korban Gandir,red) dengan memukuli istrinya kemudian mengunci pintu rumah, sehingga anak korban dan warga tidak bisa masuk kerumah tersebut, sementara Hamidah menjalani perawatan di Rumah Sakit karena mengalami luka bacokan di bagian kepala, akibat benda senjata tajam yang digunakan suaminya itu.

 

“Sehingga, pada hari Minggu siang kemarin sekitar pukul 11.00 WIB, anak korban yang bernama Ria Anggraini (32) hendak masuk rumah, tetapi rumah tetap dalam keadaan terkunci dari dalam. Akhirnya, Anggraini (anak pelaku) meminta bantuan kepada Ketua RW yakni Tantowi dan Ketua RT setempat, untuk membuka pintu rumah tersebut dengan cara didobrak,” jelasnya.

 

Kemudian setelah pintu dipaksa didobrak, sambung Jaka, dan berhasil terbuka, ternyata di dalam rumah telah ditemukan Wahidi dalam keadaan tergantung di ruang dapur, dan sudah dalam keadaan kaku (diduga sudah meninggal).

 

“Akibat kejadian tersebut maka Ketua RW memberitahukan melalui HP kepada anggota kami di Polsek Cileungsi dan Binmas Desa Limus Nunggal. Kemudian saya dan Pawas serta beberapa anggota Polsek Cileungsi mendatangi TKP, dan melakukan olah TKP. Setelah selesai olah TKP, jenazah dibawa ke RS Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan Visum Et Repertum,” tandasnya. (Eff/Sep)

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.