Inilah Perkembangan COVID-19 di Jakarta Per 29 Mei 2020

KabarFaktual.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini per 29 Mei 2020.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti memaparkan, dari total 7.053 orang positif, 1.807 orang dinyatakan telah sembuh dan 517 orang meninggal dunia.

 

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, sebanyak 2.006 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.723 orang melakukan self isolation di rumah,” ujar Widyastuti, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

 

Widyastuti menjelaskan, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 17.186 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 13.887 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9.959 orang.

 

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa COVID-19.

 

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di DKI Jakarta, sampai dengan 28 Mei 2020 sebanyak 142.703 sampel. Pada 28 Mei 2020, dilakukan tes PCR pada 2.565 orang, 1.183 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 124 positif dan 1.059 negatif.

 

Pemeriksaan massif secara selektif terus dilakukan di daerah Kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Ada 58 Kelurahan terpilih yang dilakukan rapid test tersebut. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu, dan juga pada ibu hamil.

 

Total sebanyak 139.154 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 5.613 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 133.541 orang dinyatakan non-reaktif. Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

 

“Bagi masyarakat, kami imbau untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antar-orang minimal 1,5 – 2 meter, dan menjaga diri untuk tetap beraktivitas di rumah,” terangnya.

 

Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai.

 

Sejak 24 April 2020 hingga 28 Mei 2020 pukul 16.00, Pokja KSBB telah mengumpulkan komitmen untuk 382.255 Paket Sembako, 154.411 Paket Makan Siap Saji, 31.347 Paket Lebaran, dan 2.344 paket THR untuk warga-warga yang rentan secara ekonomi di tingkat RW.

 

Pokja KSBB juga telah menerima komitmen bantuan dari berbagai kalangan, yang saat ini terdapat 99 donatur perusahaan/kelompok dan 12 donatur perseorangan. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb. (Erw/Bj)

 

 

 

 

 

 

Editor : Pik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.