Kebijakan Pengelola Pasar Disoal, Pedagang di Tangerang Ini Mogok Dagang

Luster P Siregar, ketua perkumpulan pedagang pasar induk Tanah Tinggi, Tangerang

Tangerang – Kabar Faktual

Pihak pengelola pasar dituding sering bertindak arogan dan bersikap sewenang-wenang. Akibat kesewenangan itu, sekitar 700 Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang mengambil sikap melakukan aksi demo mogok dagang selama tiga hari, Senin s/d Rabu (13 s/d 15 November 2017).

 

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, Luster P. Siregar kepada wartawan, minggu (12/11/17) mengemukakan dan membenarkan bahwa pihak pengelola pasar, kerap melalukan tindakan intimidasi terhadap para pedagang setiap kali ada aturan dan kebijakan baru. Salah satu di antaranya adalah para pedagang ditekan supaya menanda tangani kontrak/sewa lapak periode 2021 s/d 2026. Padahal kontrak lama masih berjalan empat tahun lagi. Berakhir pada Juli 2021.

 

Jika para pedagang tidak berkenan dan menolak menandatangani perpanjangan kontrak dimaksud, maka lapak yang mereka tempati akan dipindah tangankan ke pihak lain pedagang baru, ungkap Siregar mengutip ancaman pengelola. Selain itu, tambah Siregar lagi menyebut kekesalan pedagang, setiap barang yang masuk ke pasar yakni  berupa sayur mayur dan buah-buahan nanti akan dikenakan retribusi sebesar Rp 100 per kg. Kedua hal inilah sebagai pemicu utama aksi demo ini disepakati tegasnya.

 

“Coba bayangkan, jika 1000 lapak dirata-ratakan dihargai Rp 100 jt. Berarti sekitar Rp 100 miliar akan mereka raup dari pedagang. Kalau mereka (pengelola-red) pergi atau pailit atau ijin perpanjangan pengelolaan pasar tak diperpanjang lagi oleh instansi yang berwenang/terkait, ke mana kami harus meminta pertanggung jawaban ?” papar Siregar penuh tanya sembari menyodorkan beberapa item permasalahan lainnya yang selama ini dianggap memberatkan.

 

Di tempat terpisah, Hartono pemilik pasar, terkait permasalahan yang dikemukakan para pedagang Ia mengemukakan, alasannya melakukan penanda tanganan surat kontrak baru periode 2021-2026 tersebut, karena ada rumor yang berkembang bahwa pada periode itu lahan pasar akan dialih fungsikan menjadi usaha bisnis lain. Di antaranya pembangunan apartemen. Jadi, jika sudah ada kontrak baru ini dari para pedagang, maka fungsi lahan, nanti tetap digunakan untuk perdagangan sayur mayur dan buah buahan.

 

Menurut Hartono, Bank sebagai tempat peminjaman para pedagang sudah disiapkannya dengan bunga rendah.

Menyikapi keraguan pedagang ikhwal kepemilikan lahan dan perpanjangan ijin pengelolaan pasar periode berikutnya, Hartono hanya sekilas memperlihatkan copy Sertifikat tanah yang dimilikinya dan menolak untuk dicopy atau difoto. (EFT/KRS)

 

 

 

 

 

Editor: Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.