“Untuk Saudia Airlines, keterlambatan terlama adalah 47 menit,” sambungnya.

Dengan adanya evaluasi ini, Saiful berharap Garuda Indonesia dan Saudia Airlines mematuhi komitmen dan kontrak kerja untuk memberangkatkan jemaah haji Indonesia sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dan ditetapkan.

Dampak Keterlambatan

Adanya keterlambatan keberangkatan berdampak pada banyak hal. Keterlambatan hingga hitungan jam dan bahkan sampai terjadi perubahan jadwal akan berdampak pada penyiapan beragam layanan di Madinah maupun Makkah, baik transportasi, akomodasi, maupun katering.

“Keterlambatan penerbangan juga berpotensi menjadikan jemaah semakin kelelahan karena terlalu lama menunggu,” tutupnya.

Dengan evaluasi dan teguran yang telah diberikan, diharapkan maskapai yang bertugas dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan mereka agar keberangkatan jemaah haji dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.