Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, meyakini bahwa strategi program KUR merupakan langkah yang tepat untuk mendukung perkembangan wirausaha muda sektor pertanian. Dia meyakini bahwa program ini memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian kita.

Program Petani akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) memang merupakan inisiatif dari Pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha pertanian skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui lembaga keuangan dengan jaminan yang disediakan.

Milenial Agricultural Forum (MAF). (Sumber: Humas Polbangtan Gowa)

Melalui Program YESS, Kementan telah memfasilitasi dan melakukan pendampingan usaha petani millennial dari hulu sampai dengan hilir. Selain itu Program YESS juga menfasilitasi petani millenial, dengan cara menghubungkan dengan para stakeholder termasuk permodalan dan perbankan.

Upaya tersebut terungkap dalam salah satu Milenial Agricultural Forum (MAF) edisi tani akur yang dilaksanakan secara hybrid daring dan luring dengan tema dukungan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan CSR Daerah terhadap permodalan petani muda pada rabu, 26 Juni 2024.
Bertempat di BPP Lamalaka Kabupaten Bantaeng, forum tersebut menghadirkan semua stakeholder terkait yang dapat mendukung program usaha dan permodalan petani seperti Nursalam Abd Gani dari Bank Sulselbar, Imran sebagai offtaker kakao, Syamsir sebagai petani local champion dan Hasni Hakim dari BPP Lamalaka serta peserta lainnya dari berbagai wilayah.
Selain itu forum juga menghadirkan langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Muh. Rivai Nur sebagai ketua TPAKAD Bantaeng beserta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng.