Lakukan Penyesuaian Sistem dan Cegah Corona, MA Keluarkan Surat Edaran

foto Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Dr. Abdullah

KabarFaktual.com – Mahkamah Agung (MA) RI mengeluarkan surat Ederan Nomor : 1 Tahun 2020. Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Selama Masa Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Lingkungan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan berada dibawahnya, Senin (23/03/20).

 

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Dr. Abdullah, saat dikonfirmasi membenarkan Surat Edaran Makahmah Agung (SEMA) tersebut.

 

“Kita melakukan penyesuaian sistem kerja dengan berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) Nomor 19 tahun 2020 yang di keluarkan 16 Maret 2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Lingkungan instansi pemerintah,” Terangnya, Selasa (24/3/20).

 

Lebih lanjut, Abdullah menjelaskan Hakim dan Aparatur Peradilan dapat menjalankan tugas kedinasannya dengan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH).

 

“Dan untuk persidangan Mahkamah Agung melakukan penyesuaian dengan perkara-perkaranya,” Ujarnya.

 

Masih Kata Abdullah menerangkan, dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung dinyatakan di cabut.

 

“Keluarnya SEMA ini, maka Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 1 Tahun 2020 tanggal 17 Maret 2020 di nyatakan di cabut dan tidak berlaku,” Pungkasnya.

 

Sekedar diketahui, Ketua Mahkamah Agung, Muhammad Hatta Ali, dalam surat edaran yang ditandatangani Senin (23/3/20), menyebutkan sejumlah kebijakan, diantaranya terkait pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran virus corona.

 

Pertama, hakim dan aparatur peradilan tidak boleh bepergian ke luar negeri baik dalam rangka kedinasan maupun di luar kedinasan.

 

Kedua, hakim dan aparatur peradilan yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya tidak boleh bepergian ke luar kota tempat tinggal atau tempat melaksanakan tugas atau tidak kembali ke daerah asalnya selama masa pencegahan penyebaran Covid-19 dan harus senantiasa siaga apabila sewaktu-waktu diminta untuk kembali ke kantor pada hari dan jam kerja untuk tugas yang bersifat mendesak dan harus hadir secara fisik.

 

Ketiga, atasan langsung mewajibkan hakim dan aparatur Peradilan yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya untuk memenuhi target kerja yang dibebankan selama masa melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya.

 

Keempat, dalam hal terdapat rapat atau pertemuan penting yang harus dihadiri, hakim dan aparatur peradilan yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya dapat mengikuti rapat tersebut melalui sarana teleconference dan atau video conference dengan memanfaatkan sistem informasi dan komunikasi ataupun media elektronik.

 

Pelaksanaan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggal selama masa pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya dilakukan sampai tanggal 5 April 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan.

 

Kelima, hakim dan aparatur peradilan yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya, tidak boleh meninggalkan tempat tinggalnya masing-masing kecuali dalam keadaan mendesak harus meninggalkan tempat tinggalnya seperti untuk memenuhi kebutuhan terkait pangan, pangan, kesehatan ataupun keselamatan dan harus melaporkan ke atasan langsung. (Wy)

 

 

 

 

 

 

Editor : Eft

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.