“Saat dikukus kembali ternyata adonan nya menempel di cetakan dan membuat kue nya tidak terlepas dengan sempurna, mau beli bahan lagi tapi uang sudah habis. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan dan menangis sejadi-jadinya. Untung ada suami yang sabar membantu dan menenangkan saya saat itu” kisahnya.

Namun demikian, duka yang pernah ia alami terbayar dengan kesuksesan yang ia raih saat ini. “Hal yang paling menyenangkan bagi saya adalah ketika bisa memberikan manfaat dan lapangan kerja kepada orang lain, lalu mendapatkan momen menyerahkan amplop gaji yang dibalas dengan senyum bahagia dari wajah mereka” ujarnya.

Tak puas dengan ilmunya, Sarlinda selalu mengasah pengalamannya dengan tetap belajar tentang bisnis dan dunia pertanian, dengan mengikuti berbagai workshop, pelatihan melalui program YESS.

Sebenarnya Sarlinda terjun di dunia kuliner sudah sejak tahun 2016, namun ia baru focus di usaha olahan pisang dan membangun brand “Keysang” dari tahun 2019, hingga kemudian mendapatkan tambahan modal usaha dari program Yess pada tahun 2022.