Mantap! PT PPE Siap Tambah PAD Meski Tanpa Modal dari Pemkab Bogor

Foto saat penandatanganan MoU kerjasama PT PPE dengan Koperasi PWI Kabupaten Bogor

 

KabarFaktual.com – PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) menargetkan sejumlah capaian kinerja optimal dari unit-unit usahanya pada tahun ini. Dari unit usaha produksi Aspal PT PPE tengah dipercaya managemen Sirkuit Sentul untuk pengaspalan dengan nilai puluhan miliar rupiah. Sedangkan dari unit pertambangan, PT PPE tengah merencanakan penambangan dari dua kuari masing-masing di kawasan Kecamatan Cariu dan gunung Bitung Kecamatan Cigudeg.

 

“Kita juga berencana melakukan investasi pembangunan unit Batching Plant di dua tempat masing-masing di Bogor Barat dan Bogor Tengah senilai Rp 50 miliar, insyaallah semua akan berjalan tahun ini dan kita janjikan benefid (manfaat) meski tidak ada tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” ujar Dirut PPE Agus Setiawan disela acara Memorandum Of Understanding (MOU) antara PPE dengan Koperasi Warta Karya Mandiri (KWKM) PWI Kabupaten Bogor, Rabu (9/9/20).

 

Tentang penyertaan modal dari Pemkab Bogor, Agus mejelaskan telah memberikan komitmennya kepada Bupati Bogor untuk tidak menerima sisa penyertaan modal Pemkab Bogor untuk PT PPE selama dirinya dipercaya sebagai nahkoda BUMD tersebut.

 

Saat ini, lanjutnya, PT PPE sudah melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja sebelumnya termasuk melakukan pemetaan dan konsolidasi untuk rencana kedepan. Hasilnya, PT PPE akan benar-benar berjalan dengan rencana-rencana baru meski dengan kondisi keterbatasan dan tidak ada suntikan dana tambahan.

 

‘’Alhamdulillah sekarang sudah berjalan, dan beberapa planning kedepan kami juga sudah siap mandiri dan bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan secara khusus dan umumnya bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Bogor,’’ jelasnya.

 

Ditanya soal produk aspal buatan PT PPE, mantan ketua DPW PPP Provinsi Banten ini menjamin produk PT PPE tidak kalah bersaing dengan Produk lain. Pasalnya, seluruh bahan baku yang dipakai telah menggunakan bahan-bahan standart yang selama ini telah dipakai banyak produsen lain. “Misalnya, solar dari Pertamina, Aspal dari Pertamina. Itu semua akan jadi jaminan kalau produk aspal kita sudah terjamian kualitasnya, sebab kalau tidak mana mungkin Sirkuit Sentul yang berkelas International menggunakan produk kita. Apalagi penggarapan sebuah sirkuit tingkat kesulitannya sangat tinggi sekaligus di awasi lembaga International,“ paparnya.

 

Agus memastikan, meski produk aspal PT PPE masuk kualifikasi sangat layak pakai namun managemen memutuskan untuk menjual dibawah harga rata-rata pasaran. “Saya harap ini akan jadi pengdongkrak penjualan kita,” ujarnya.

 

Saat ini, kata dia, kuota produksi aspal PT PPE sudah mencapai 34 ribu ton. Dengan jumlah produksi yang sudah besar maka PT PPE tidak hanya akan menggarap pasar di Proyek Pemkab Bogor, namun akan merambah pasar swasta potensial seperti Sirkuit Sentul.

 

“Dengan produksi 34 ribu ton dan penjualan harga gelar rata rata Rp 1,3 juta maka kita sudah bisa pemasukan kotor sekitar Rp44 miliar ya, ini menjadi tantangan kita untuk bisa lebih keras lagi dalam bekerja,” pungkasnya (Eft)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.