”Diperkirakan dari program CSA ini pengurangan efek gas rumah kaca hampir mencapai 30 persen dengan pemanfaatan teknologi intermiten irigasi yakni pengairan bersela kering-basah,” katanya.

Sementara itu Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menegaskan, meski nanti program SIMURP telah selesai, pihaknya siap melanjutkan program-program yang ada, terutama pertanian cerdas iklim. Bahkah Pemkab Cirebon telah berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pangan berkelanjutan. Apalagi jumlah penduduk Cirebon terus meningkat.

”Saya mengapresiasi kegiatan panen program CSA SIMURP ini, karena mampu meningkatkan produksi dan produktivitas padi,” katanya. Namun demikian dirinya berharap, karena banyak petani yang tidak paham dengan ilmu pertanian dan hanya menjalankan kebiasaan pendahulunya dan sulit berubah, Imron meminta peran penyuluh untuk mengubah prilaku petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan menambahkan, program CSA SIMURP di Cirebon berlokasi di 7 kecamatan dengan luasan 72 hektar (ha). Dari total luasan tersebut, yang berada di Kecamatan Pabedilan hampir 50 ha. ”Teknologi CSA SIMURP ini menjadi jawaban kegalauan terhadap persoalan iklim El Nino tahun 2023,” katanya.