Meski masih tahapan uji lapangan, Alex mengakui, keberhasilan program ini sudah mulai dirasakan dapat mengurangi efek gas rumah kaca. Begitu juga dari sisi produktivitas padi yang naik dari 5,62 ton/ha menjadi 7,2 ton/ha. ”Jadi kita akan terus sosialisasikan dan lanjutkan. Apa yang sudah dilakukan dan diterapkan sudah terasa manfaatnya dengan peningkatan produktivitas mencapai 0,5-1,5 ton/ha,” katanya.
Dampak lainnya program CSA SIMURP adalah efek GRK dan iklim bisa tertanggulangi. Begitu juga masalah pengairan sudah tertangani dengan adanya pembelajaran manajemen irigasi kepada petani. Selain itu, inovasi teknologi seperti pempupkan berimbang juga sudah masuk dalam program SIMURP.
”Harapan kami, SIMURP ini menjadi program yang berkelanjutan, bahkan kian diperluas dalam demplot di tempat lain,” ujarnya. (YL/NF)
2 Komentar