“Lahan gurun yang tidak ada air, mikroba, bahan organik dapat ditanamai dengan adanya inovasi teknologi, dapat mengubah air laut asin menjadi air tawar untuk irigasi dan smart green house dengan kelembaban dikelola oleh internet of things”, ujar Dedi.

Lebih lanjut Dedi menegaskan jika ini menjadi contoh bahwa kita yang memiliki lahan yang lebih baik dari Dubai, seharusnya lebih dapat mengelola lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Sedangkan Narasumber MSPP, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto yang diwakilkan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH), Bambang Sugiharto mengatakan arah kebijakan pembangunan hortikultura tahun 2021-2024 yaitu meningkatkan daya saing hortikultura melalui peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar, logistik didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan, serta mendorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani.

Lebih lanjut Bambang mengatakan strategi pencapaian target produksi hortikultura diantaranya Kampung atau kawasan terintegrasi, modernisasi horticulture, peningkatan produktivitas, pendampingan dan pembinaan insentif, manajemen tanam dan Early Warning System (EWS) dan jaminan pasar.