Pasca HUT RI ke 72, Obyek Wisata Sejarah di Rengasdengklok Ramai Pengunjung

Kabar Faktual
TRAVELING – Pasca Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, wisatawan masih berkunjung ke obyek-obyek wisata bersejarah di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (19/8/17) siang.

Wisatawan mengunjungi obyek wisata Tugu Pembulatan Tekad dan Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong.

Pantauan dilokasi, wisatawan berasal dari individu, Komunitas Jelajah Budaya dan Mitsubishi Lovers. Mereka menggunakan baju seragam berwarna merah putih dan merah abu-abu. Wisatawan terlihat berkumpul dan menggelar tikar sambil menyantap makanan.

Selain itu, wisatawan juga berfoto di area Tugu Kebulatan Tekad dan Rumah Sejarah Djiauw Kie Song.

Seorang penjual minuman di dekat Tugu Kebulatan Tekad, Rosita mengatakan wisatawan sudah mulai berdatangan sejak Rabu, 16 Agustus lalu. Hingga Sabtu, wisatawan semakin banyak yang berkunjung.

“Yang datang biasanya naik bus dan mobil pribadi kebanyakan. Biasanya kalau hari-hari biasa sepi. Kalau hari minggu ramai. Setiap 17 Agustus pasti ramai di sini,” kata Rosita.

Ketua Komunitas Jelajah Budaya, Kartum Setiawan mengatakan ada sekitar 80 orang yang tengah berwisata bersama Komunitas Jelajah Budaya. Ia menyebut ada empat obyek wisata yang dikunjungi Komunitas Jelajah Budaya.

“Kami ada empat obyek wisata yang dikunjungi. Pertama, Rumah Sejarah Djiauw Kie Song, Bekas Rumah Djiauw Kie Song di pinggir Sungai Citarum, Tugu Kebulatan Tekad, dan Tugu Perjuangan,” kata Kartum seperti dilansir dari KompasTravel di sela-sela acara Jelajah Kota Tua Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (19/8/17).

Salah satu peserta acara Jelajah Kota Tua Rengasdengklok asal Depok, Bambang mengatakan diajak oleh rekannya di Komunitas Jelajah Budaya. Ia mengaku hobi berwisata sejarah untuk tetap menggerakkan tubuh.

“Saya kalau lihat barang-barang antik dan tua, itu saya senang. Seperti saya ke Lasem, itu ada barang-barang antik jadi saya suka,” ujar Bambang.

Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong adalah rumah yang persinggahan Soekarno dan Hatta ketika dibawa ke Rengasdengklok oleh pemuda dari Perkumpulan Menteng 31 seperti Wikana, Aidit, dan Soekarni.

Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB agar Soekarno dan Hatta dapat mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. (Red)

 

 

Editor: Tobing
Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.