Pekerja Proyek Pemda Bogor Ini, Resah Akibat Kerap Dipalak Oknum Mengaku Ormas

Kabupaten Bogor – Kabar Faktual

Mimpi warga dan pengguna jalan untuk menikmati jalan tanpa lubang segera terwujud. Dimana tahun ini rentetan proyek program peningkatan jalan di Kabupaten Bogor, serentak digelar. Salah satunya di wilayah timur Kabupaten Bogor.

 

Namun siapa sangka, dibalik kabar baik itu ada hal yang justru menjadi beban dari para pekerja lapangannya.

 

Ya, mereka kerap menjadi sasaran “pemalakan” dari sekelompok oknum yang mengatasnamakan warga dan ormas. Akibatnya, banyak dari pekerja mengeluh, lantaran harus mengeluarkan kocek dari kantong pribadinya hingga ratusan ribu rupiah jika tidak ingin diganggu.

 

Seperti diungkap Mo (28), salah satu tukang yang bertugas di proyek peningkatan jalan Wanaherang-Cikeas. Dia mengaku sempat menjadi korban pemalakan sekelompok orang yang memaksanya mengeluarkan jatah sebagai alih koordinasi untuk lingkungan. Bentuk permintaannya pun beragam. mulai dari uang, rokok, makan hingga barang material.

 

Parahnya, para oknum tersebut tak segan-segan mengintimidasi mulai dari menyandera peralatan sampai memberhentikan proyek tersebut, jika keingingan itu tidak diindahkan. ” Yah, ada aja. Kemarin pun kita dipalak. Biasa, anak-anak sini minta rokok sama makan. Kami sih disini cuma ingin lancar bekerja, jadi kalo ada ya kita patungan.” katanya.

 

Senada dikisahkan Angga (25) seorang operator alat berat di proyek peningkatan jalan Bojong Kulur. Ia mengaku sempat disandera selama 2 jam oleh sekelompok orang yang mengaku ormas, ketika dirinya melintas di jalan ciangsana-bojong kulur saat akan menuju proyek tempatnya bekerja.

 

” Belum lama juga saya di sandera 15 orang yang kondisinya mabuk. Mereka minta uang koordinasi. Kalo tidak, mobil tidak boleh melintas. Ngakunya sih dari ormas, namanya Otoy. Yah kita sih mau aman aja. Mintanya 500 ribu tapi setelah nego, saya kasih 250 ribu dan akhirnya mobil bisa melintas. ” ungkap dia.

 

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pekerja Umum (UPTD PU) Wilayah XI Cileungsi, Bondan Triana meminta kepada Pemdes khususnya masyarakat agar bersedia bekerja sama agar adanya gangguan seperti dilapangan dapat diminimalisir. Lebih jelas, tidak menutup kemungkinan sikap tegas akan dilakukan jika memang sudah sangat meresahkan.

 

” Saya harap pemdes bisa bekerja sama, khususnya masyarakat. Adanya proyek ini, atas kemauan masyarakat bukan ?,kami pun disini hanya menjalan tugas dari pada yang diprogramkan pemerintah. Ya kalau sudah kelewatan saya menghimbau untuk pekerja lapangan sedia melaporkan kepihak berwajib.” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

 

Soal ini, Kapolsek Gunung Putri, AKP Niih Hadi Wijaya mengatakan, sejauh masih belum menerima laporan adanya gangguan seperti yang disebut. Namun pihaknya siap menindak lanjuti dan berlaku tegas kepada siapa saja yang berulah mengganggu jalan proyek pemerintah tersebut.

 

” Sejauh ini masih aman, jika memang ada, harap laporkan. Nanti saya sikat.” Singkatnya. (Eff/Sep)

 

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.