Pemkot Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Test Untuk Wisatawan

Foto ilustrasi alat rapid tes (Net)

 

KabarFaktual.com – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19 dimasa cuti bersama dan libur panjang, Pemkot Bogor adalah dengan menyiapkan 3.000 unit alat rapid test.

 

Alat rapid test itu, akan digunakan untuk memeriksa wisatawan secara acak yang berkunjung ke Kota Bogor selama momen libur dan cuti bersama ini.

 

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, rapid tes akan dilakukan secara acak di tempat-tempat rawan menimbulkan terjadinya kerumunan.

 

“Dinas kesehatan akan melakukan rapid test di tempat umum seperti stasiun, terminal, rumah makan, tempat hiburan, atau wisata seperti Kebun Raya Bogor atau The Jungle misalnya. Kita akan ambil 3.000 sampel,” terang Bima.

 

Guna melakukan pengawasan, Bima pun telah memerintahkan agar seluruh aparat terkait, mulai dari Tim Elang, Tim Merpati, Satpol PP, Camat, Lurah agar terus memantau pergerakan para wisatawan.

 

“Semua harus turun ke lapangan guna melakukan pengawasan dan cek titik-titik mana yang dirasakan rawan dan diberikan imbauan,” tandasnya.

 

Bima meminta jajarannya dan warga Kota Bogor untuk sedapat mungkin menghindari perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing.

 

“Pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

 

Dia juga tetap mengutamakan protokol kesehatan, terutamanya menggunakan masker, cuci tangan dan tidak berkerumun untuk menghindari penularan Covid-19.

 

Mengenai hal tersebut, dia sudah rapat konsolidasi mengantisipasi libur panjang yang akan dimulai besok. Dia mengimbau agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan.

 

“Tapi kalaupun mengharuskan pergi ke luar kota, pulang dari luar kota diwajibkan untuk swab dan isolasi dan tidak boleh berinteraksi sampe hasil swabnya keluar,” ungkap Politisi PAN itu.

 

Tak hanya itu, dirinya juga minta seluruh ASN Kota Bogor yang mau keluar kota, untuk laporan kepada atasannya, kepada kepala dinas.

 

“Apabila ada kepala dinas yang mau keluar kota, juga lapor ke saya. Pulangnya wajib swab. Ada sanksi mulai dari teguran sampai sanksi lebih tegas jika ada ASN yang ke luar kota tanpa melapor,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Fer | Rfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.