Pemkot Bogor Tunda Eksekusi PKL Malabar

KabarFaktual.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunda pembongkaran ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Malabar, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah.

 

Para pedagang diberi waktu hingga 31 Oktober mendatang. Namun jika tidak membongkar bangunannya, maka tanggal 1 November akan dibongkar paksa oleh aparat dengan menggunakan alat berat.

 

Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid mengatakan bahwa penundaan pembongkaran lapak PKL tersebut lantaran saat ini pemerintah tengah fokus menanggulangi Covid-19 pada zona merah di tingkat kelurahan dan RW.

 

“Dari depan SD Baranangsiang hingga Jalan Malabar kurang lebih ada 100 PKL, kita menunda pembongkaran karena alasan Covid-19,” kata Wahid kemarin.

 

Namun, kata Wahid, apabila pada 1 November PKL tidak membongkar lapaknya secara sukarela, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas.

 

“Kalau mereka nggak mau bongkar, kami yang akan bongkar. Kita sudah koordinasi dengan Satpol PP, TNI, Polri, Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ucapnya.

 

Wahid mengatakan bahwa hal itu sudah dituangkan dalam kesepakatan antara Pemkot Bogor dengan empat orang ketua paguyuban PKL di sekitar area tersebut.

 

“Jadi kesepakatan ini harus dihormati dan dilaksanakan oleh semua pihak,” tegas mantan Camat Bogor Timur ini.

 

Nantinya, kata Wahid, para PKL akan menempati area Taman Tuyul di kawasan Tegal Lega yang memiliki lahan seluas 8.520 meterpersegi. “Di area itu akan dibangun menjadi sentra kuliner oleh pemerintah,” katanya.

 

Lebih lanjut Wahid menegaskan, bahwa penertiban terhadap ratusan lapak PKL yang sudah puluhan tahun menempati lahan milik Pemkot Bogor dilakukan lantaran maraknya keluhan masyarakat dan lembaga pendidikan terhadap keberadaan mereka.

 

Selain itu, pemerintah juga ingin mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) dan trotoar yang saat ini ditempati PKL.

 

“Pemkot juga ingin memperbaiki drainase di kawasan itu. Sebab, masyarakat kerap mengeluh, apabila hujan, air kerap meluap ke jalan raya akibat buruknya kondisi drainase,” tandasnya. (Eft)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.