kabarfaktual.com – Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono, mengungkapkan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto tidak mengulangi kebijakan penanggulangan kemiskinan yang terlalu bergantung pada bantuan sosial (bansos) seperti yang dilakukan oleh Presiden ke-7, Joko Widodo. Yusuf menekankan pentingnya pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat miskin melalui penciptaan lapangan kerja dan dukungan bagi UMKM.
“Selama satu dekade terakhir, kebijakan kemiskinan kita bertransformasi menjadi sangat bergantung pada bansos, yang seharusnya bersifat darurat, bukan solusi jangka panjang,” ujar Yusuf pada Kamis (24/10/2024). Menurutnya, Prabowo perlu mengarahkan kebijakan pengentasan kemiskinan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat miskin, bukan sekadar meningkatkan daya beli sementara.
Presiden Prabowo telah membentuk Badan Pengentasan Kemiskinan, dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko. Budiman menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan perlu mencakup pemberdayaan dan pembangunan yang inklusif, seperti kebijakan di sektor industri dan investasi. Ia juga menekankan pentingnya menyelamatkan kelompok yang rentan jatuh miskin.
Yusuf mengingatkan bahwa ketergantungan pada bansos dapat disusupi motif politik, seperti yang ia nilai terjadi di era Presiden Jokowi, yang menurutnya mendistorsi kebijakan kemiskinan untuk tujuan elektoral. Yusuf berharap Prabowo akan mengakhiri pendekatan berbasis bansos dan fokus pada upaya peningkatan akses dan aset produktif bagi masyarakat miskin demi pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
1 Komentar