Pengunjung Pasar di Kota Bogor Membludak, Pemkot Lakukan Penertiban

KabarFaktual.com – Kondisi warga yang terus memadati Pasar di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor minta perketat pengawasan.

 

Selain itu, pemerintah juga bakal melakukan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) dan merekayasa lalu lintas di kawasan sekitar pasar.

 

Memanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachin mengatakan, belajar dari peristiwa kemarin dimana mungkin jumlah orang yang datang ke pasar itu luar biasa, karena memang menjelang hari raya.

 

Hal itu diungkapkan Dedie saat memantau pasar, ikut hadir ke lokasi diantaranya Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo, Kasat Pol PP Kota Bogor Agustian Syach, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir, dan Camat Bogor Tengah Abdul Wahid.

 

Di lokasi, Dedie meminta para petugas agar memperketat pengawasan di lokasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

“Nah, kedepan kita tidak mau kecolongan lagi. Hari ini kita coba laksanakan beberapa rekayasa terutama rekayasa lalu lintas,” ujarnya.

 

Kemudian kata Dedie, Satpol PP juga akan melakukan penertiban di beberapa titik yang krusial yang dirasa memang menghambat untuk laju lalu lintas di Jalan MA Salmun.

 

Dedie menduga, uang yang digunakan untuk berbelanja di Pasar Kebon Kembang kemarin berbarengan waktunya dengan Tunjangan Hari Raya (THR) dan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Pusat serta Provinsi yang baru turun.

 

“Kemudian yang kedua, kita melihat juga ada kemungkinan karena THR baru keluar. Lalu, kemudian juga dari Bansos Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah yang baru saja keluar,” ungkapnya.

 

Selain itu, Dedie juga menyampaikan bahwa terjadinya kerumunan masyarakat di Pasar bisa juga dikarenakan sejumlah toko tutup, khususnya pakaian. Dengan begitu, konsentrasi massa membludak di Pasar Kebon Kembang.

 

Masih kata Mantan Pejabat KPK itu, bisa juga padatnya pasar karena kondisi masyarakat yang memiliki keperluan berbelanja namun sebagian besar area perdagangan di Kota Bogor di tutup dan yang buka hanya beberapa pasar.

 

“Alhasil mereka konsentrasinya di sini. Kedepan, kami harus bisa mengatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan dan beresiko penyebaran virus Corona di Kota Bogor,” tandasnya. (Et/BU)

 

 

 

 

 

Editor : Eft

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.