“Kekalahan dari Bahrain sangat menyakitkan, terutama karena terjadi di kandang sendiri. Laga melawan Indonesia bisa menjadi momentum bagi mereka untuk melampiaskan amarah atas kekalahan tersebut,” ujar Akmal.

Namun, meskipun Indonesia meraih hasil positif di laga tandang melawan Arab Saudi, mereka harus menghadapi fakta bahwa sejarah pertemuan dengan Australia tidak berpihak pada mereka. Dari 19 pertemuan sejak 17 November 1967, Indonesia hanya berhasil menang sekali, yaitu pada 30 Agustus 1981 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Selain itu, Indonesia hanya mampu menahan imbang Australia tiga kali, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.

Melihat rekor pertemuan ini, Akmal mengakui bahwa Australia masih lebih superior dibandingkan Indonesia. Namun, ia tetap optimis bahwa Pasukan Garuda memiliki peluang untuk meraih hasil positif dalam laga ini.

“Walaupun secara sejarah kita belum bisa mengimbangi Australia, tapi dengan moral dan motivasi pemain yang sedang tinggi, tidak menutup kemungkinan kita bisa menang atau setidaknya meraih hasil seri,” kata Akmal.