Ketegangan ini semakin diperparah oleh isu-isu politik seperti otoritarianisme, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketidakpuasan terhadap pembagian kekayaan dan sumber daya negara.
Di tengah ketegangan etnis dan politik, gerakan pemisah mulai muncul di beberapa wilayah Iran yang dihuni oleh minoritas etnis. Kelompok-kelompok seperti Kurdi, Arab, dan Azeri mulai menuntut otonomi atau kemerdekaan penuh dari pemerintah pusat di Teheran.
Tuntutan ini sering kali dipicu oleh ketidakpuasan terhadap perlakuan pemerintah terhadap kelompok-kelompok etnis tersebut dan aspirasi untuk mempertahankan identitas budaya dan politik mereka sendiri.
Kesimpulan
Menurut beberapa ahli militer, sejarah militer dan peperangan Negara Iran mencerminkan kombinasi kekuatan dan tantangan yang dihadapi negara ini dalam menghadapi masa depannya.
Meskipun Iran memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan militer yang tangguh, tantangan seperti sanksi internasional, ketegangan regional, dan tekanan politik tetap menjadi faktor yang mempengaruhi kestabilan dan keamanan di kawasan tersebut.
3 Komentar