Sekda Kab.Bogor Terima Surveyor Akreditasi Puskesmas dari Kemenkes

Burhanudin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor

 

KABARFAKTUAL.COM – Sebanyak lima puskesmas di Kabupaten Bogor, melakukan akreditasi hari ini Rabu (4/9/2019). Dari lima puskesmas yang sedang melakukan akreditasi itu, Puskesmas Puraseda, Purwasari, Dago, Kampung Manggis dan Ciapus.

 

Salah satunya, Puskesmas Ciapus yang melakukan Akreditasi hari ini oleh Tim Surveyor Akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, turut dihadiri Sekretaris Daerah Burhanudin, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, meminta akreditasi oleh Tim Surveyor Akreditasi Kementerian Kesehatan yaitu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mengevaluasi untuk Puskesmas Ciapus sendiri.

 

“Intinya perbaikan, baik dari segi pelayanan, mutu, dan administrasi,” katanya dilokasi acara, yang dilaksanakan di Puskesmas Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas.

 

Masih kata Burhanuddin, total puskesmas di Kabupaten Bogor ada 101, dan tahun 2019 ini yang di Akreditasi berjumlah 81 sampai akhir 2019.

 

“Semoga, tim penilai bisa memberikan penilaian yang baik untuk semua Puskesmas di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

 

Untuk Puskesmas yang sedang diakreditasi, lanjut Burhan sapaan akrabnya, di Kabupaten Bogor tahun ini sekitar 30 lagi yang belum diakreditasi. Artinya, bentuk pelayanan kesehatan untuk masyarakat akan terus diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

 

“Karena tim penilai bukan hanya di Kabupaten Bogor saja, tersedia di seluruh Indonesia,” paparnya.

 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Drg. Mike Kaltarina MARS berharap, Puskesmas Ciapus ini dapat melakukan akreditasi dengan baik, dan mendapatkan hasil yang memuaskan, sehingga menjadi contoh bagi Puskesmas yang lain.

 

“Semoga hasilnya baik,” katanya.

 

Wanita yang mengenakan kacamata ini menuturkan, untuk membahas khusus dalam akreditasi ini, paripurna, dan sekitar 700 pertanyaan yang akan ditanyakan oleh tim Surveyor Akreditasi dari Kementerian Kesehatan.

 

“Ada sekitar 700 pertanyaan nanti, dan nanti dijawab oleh teman-teman di puskesmas,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciapus Dr Meliana Nainggolan yang menerangkan, bahwa pada tahun 2019 ini Puskesmas Ciapus memiliki tenaga kerja sebanyak 22 orang, sebanyak 11 orang, 11 PNS, 1 CPNS, 1 PTT, 4 BOK, 2 Honda, dan 3 sukwan.

 

“Jani ini berikut satpam OB yang bekerja di Puskesmas Ciapus,” imbuhnya.

 

Ia menjelaskan, terkait kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Ciapus ini, menurut ABK membutuhkan perawat di pedesaan itu lima, dan ia hanya memiliki 2 tenaga tenaga perawatnya saja.

 

“Untuk lab juga kita belum punya,” jelasnya, dihadapan tim Surveyor Akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (Fer)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : RFR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.