Detia berharap, para alumni mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, karena ini juga masih rangkaian dalam proses pendidikan di Polbangtan Gowa.

“Harapannya, tentu agar menambah daya saing kalian ketika kalian lulus, kalian ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, dengan serius walaupun kalian sudah wisuda tetapi harus dipahami bahwa kegiatan sertifikasi ini penting. Ini bukan sampingan, ini menjadi proses pembelajaran kalian, menjadi rangkain dalam proses Pendidikan di Polbangtan”. kata Detia.

“Tentu tidak banyak yang memiliki kesempatan untuk bisa mengikuti sertifikasi penyuluh pertanian ini dan untuk bisa mengikuti uji kompetensi ini, apalagi dengan di biayai negara. Makanya harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, diikuti dengan serius, mengikuti arahan para asesor, dilaksanakan semua dengan bertanggung jawab. Kalian harus melakukan yang terbaik, agar  hasilnya kalian peroleh yang terbaik,” tambah Detia.

Asesor dari kegiatan ini berjumlah 13 orang yang terdiri dari instansi yang berbeda-beda seperti: Suparno Hasan, dari Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kab. Gorontalo, Pararto Wicaksono, dari BBPP Batu Malang Jatim, Raden Sad Hutomo Pribadi, dari BBP2TP Bogor Jabar, Sudaryanto, dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Pati Jateng, Hamyana, dari Polbangtan Malang Jatim, Abrahan dari Dinas Peternakan Kab. Bone-Sulsel, Richard dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian Masoho Kab. Maluku Tengah, Inang Sariati, dari Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Jakarta, Nia Kurniasih Suryana,dari Fakultas Pertanian Univ. Borneo Tarakan Kaltim, Eko Fendi Baskoro, dari BBPP Batu Malang Jatim, Riyanto, dari Polbangtan Malang Jatim, Hermaya Rukka, dan Muhammad taufik, dari Polbangtan Gowa.