Setelah DLH, Dewan Komisi III Bakal Sidak ke Hotel Grand Orri Terkait Limbah

Foto pipa diduga dari hotel Grand Orri yang dikeluhkan warga

Kabupaten Bogor – Kabar Faktual

Kasus dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai Cibeureum, yang disinyalir dilakukan Hotel Grand Orri terus menuai kecaman, selain agenda Inspeksi Mendadak (Sidak) akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor pada pekan depan, akan juga dilakukan anggota komisi III DPRD dalam waktu dekat. Pasalnya, indikasi pembuangan limbah itu terindikasi telah lama terjadi hingga membuat kesal masyarakat setempat khususnya di wilayah RT 01 RW 9 Kelurahan Puspasari, Kecamatan Citeureup.

 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ade Sanjaya mengatakan bila informasi yang saat ini menjadi hot issue itu pihaknya tak akan segan-segan untuk ikut juga turun ke lokasi.

 

“Kita akan turun langsung ke lokasi pembuangan limbah itu, dan meminta penjelasan ke pihak pengelola Hotel Grand Orri tersebut,” kata Ade Sanjaya kepada Bogorupdate.com (Grup Kabar Faktual), Sabtu (04/11/17).

 

Ia melanjutkan, sebelum dirinya menjadwalkan untuk melakukan Sidak ke tempat Hotel berbintang dua itu, dirinya meminta agar memvalidkan data kebenarannya yang real.

 

“Ditunggu informasinya yang lebih valid. Biar nanti kita jadwalkan sidak kesana, terimakasih,” tegas politisi partai Demokrat itu.

 

Lebih lanjut ia mengemukakan, dengan adanya informasi ini pihaknya meminta kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor agar dapat segera meninjau langsung ke lokasi pembuangan limbah tersebut.

 

“Ini kan kaitannya pencemaran lingkungan yang telah tertuang dalam aturan tentang Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Jadi sesuai aturan tersebut kami minta DLH dapat bekerja sesuai tupoksinya dengan mengecek secara langsung kelokasi pembuangan limbah tersebut yang terindikasi mengkontaminasi aliran sungai Cibeureum kecamatan Citeureup tersebut,” tegasnya.

 

Pada pemberitaan sebelumnya, Guna menanggapi adanya keluhan dari masyarakat Kelurahan Puspasari, Kecamatan Citeureup, dengan dugaan pembuangan limbah yang menimbulkan bau tak sedap hasil sisa limbah Hotel Grand Orri Citeureup, mulai ditanggapi serius. Melalui Kasi Pengaduan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Riri Lubis berjanji akan segera menyikapi terkait adanya laporan dan keluhan dari masyarakat Citeureup itu. Untuk itu, sebagai langkah awal dirinya akan mentela’ah terlebih dulu perizinan UKL/UPL yang di miliki hotel tersebut.

 

“Kita tela’ah dulu perizinan Hotel itu terkait dugaan pencemaran lingkungan. Jadi saya akan membuka berkas terlebih dulu disini untuk melihat dokumen UKL/UPL yang kita miliki, milik dari tempat usaha hotel itu,” kata Riri kepada Bogorupdate.com (Grup Kabar Faktual), Jumat (03/11/17).

 

Ia menambahkan, setelah melihat segala perizinan milik usaha Hotel itu dirinya baru akan segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kelokasi pembuangan limbah itu guna melihat secara langsung dugaan pelanggaran yang dilakulan pihak pengelola hotel Grand Orri.

 

“Kita tela’ah dulu dokumen perizinannya, setelah kita mengetahui seluruh dokumen tersebut baru kita langsung turun kelokasi dan meminta klarifikasi kepada pihak pengelola hotel,” tegasnya.

Menurut Riri, meski banyaknya aduan dan padatnya jadwal pada pekan depan (Minggu depan), dirinya mengaku akan menyisihkan waktu untuk mengecek secara langsung ke lokasi pencemaran lingkungan tersebut.

 

“Aduan kami terima, insya allah meski banyak aduan dan padatnya jadwal kita akan tetap melakukan sidak kelokasi pembuangan limbah hotel Grand Orri itu yang mencemari aliran sungai Cibeureum tersebut. Karena ini kan sudah menyangkut aspirasi serta keluhan dari masyarakat sekitar hotel grand orri yang merasa dirugikan dengan adanya limbau bau tak sedap itu didekat permukiman warga setempat. Jika terbukti salah, tentu kita tak segan-segan memberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku tukasnya.

 

Sekedar diketahui, sejumlah warga yang berada di RT 01 RW 9, Kelurahan Puspasari, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, mengeluhkan dengan adanya dugaan pembuangan limbah yang berasal dari Hotel Grand Orri Citeureup. Limbah cair tersebut dikeluhkan warga lantaran bau yang menyengat yang dibuang ke aliran Sungai Cibeureum.

 

Sementara dari sejumlah keterangan yang di himpun menyebutkan, ijin lingkungan sebuah hotel yang sudah beroperasional harusnya menggunakan ijin Amdal bukan UKL/UPL. Hal itu karena operasional hotel menghasilkan dampak lingkungan yang sangat besar apalagi sekelas hotel Orri yang menyandang status bintang dua. (Red)

 

 

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.