Suasana Prihatin, Pengurus Masjid Hanbal Tetap Berkurban pada Momen Idul Adha

Kota Bogor – Diatas keprihatinan dengan pembekuan izin oleh Wali Kota Bogor atas proses pembangunan masjidnya, pengurus Masjid Hanbal yang berlokasi di Jalan Adna Wijaya Bogor Utara, Kota Bogor tetap berkurban untuk berbagi dengan warga sekitar, Minggu (04/09/17).

Ketua Panitian Kurban Masjid Hanbal Arief Cahyo Utama mengatakan, Pihaknya berkurban dengan hewan yang terkumpul antaralain delapan ekor sapi dan tujuh ekor kambing, semua hewan merupakan dari warga sekitar dan para jamaah.

Untuk pemdistribusian daging kurban kata dia, ada bebrapa pendekatan melalui kordinasi dengan RT dan RW nya masing-masing wilayah.

“Pendistribusian, ada beberapa yang di serahkan ke RT, RW dan nantinya dibagikan ke warga dan ada beberapa warga yang datang langsung ke sini untuk mengambil sendiri,” kata Arief dilokasi kurban.

Ia menambahkan, pihaknya terbuka untuk masyarakat, biar masyarakat ikut serta dalam pelaksanaan kurban tersebut. “Ini benar-benar ibadah setulus mungkin karena Allah, karena kalau tidak ikhlas percuma, sebab tidak akan mendapat pahala,” tambahnya.

Masih kata dia, paket daging kurban yang akan di bagikan sekitar 1000 paket, dan ia berharap pelaksanaan kurban tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menikmatinya bersama-sama.

Soal makna Hari Idul Adha, ia mengatakan pesannya adalah, ikhlaskan apa yang bisa kita lakukan kepada Allah, hikmahnya kata Arief, momen idul adha ini bisa bercermin apa yang sudah Nabi Ibrahim lakukan kepada Allah bgitu juga Ismail, begitu patuh dengan penuh ikhlas apa yang dipinta orang tuanga dan perintah Allah.

Disinggung soal pembangunan, ia mengaku sejauh ini sesuai arahan Wali Kota, yang tetap memperbolhkan jamaah beribadah.

“Ya arahan Pak Wali Kota, kami tetap diperbolhkan beribadah, meski sementara dilarang untuk aktifitas pembangunan ini dan itu kami pahami,” jelasnya.

Diakuinya, pelaksanaan pemotongan hewan kurban Hari minggu sesuai kesepakatan, karena pada hari minggu masyarakat waktu libur, sehingga banyak masyarakat yang terlibat untuk sama-sama melaksanakan kurban.

“Kita ambil lebih manfaatnya saja, kita tidak ingin sama sekali ada gesekan, kami berusaha menempatkan diri ya ikhlas karena Allah, mudah-mudahan amal ibadahnya diterima sama Allah,” tandasnya. (AG)

 

editor: Agung P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.