Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

“Ada tiga kunci sukses membangun pertanian di era global;

Pertama, terapkan smart farming dengan memanfaatkan Alsintan (alat mesin pertanian) dan inovasi teknologi 4.0 seperti artificial intelligence, robotic dan sejenisnya.

Kedua, mendorong petani muda untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dianalogikan sebagai ´bensin´ yang menggerakkan usaha pertanian dan membangun agribisnis. Ketiga adalah kolaborasi dengan seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan”. sebut Dedi.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Detia Tri Yunandar mengatakan, bahwa teknologi smart farming ini merupakan hasil kerjasama antara Polbangtan Gowa dan Startup TaburTuai yang tentunya diharapkan dapat diimplementasikan ke petani.

“Kami membuat konsep teknologi berbiaya rendah, karena ingin teknologi ini dapat dengan mudah diterapkan pada level petani apapun dan disesuaikan dengan komoditas, luas lahan, kebutuhan dan teknologi apa yang ingin mereka gunakan.” jelas Detia.