Terkait Lahannya Dikuasai Mahasiswa Sulsel, Ketua MUI Kota Bogor: No Excuse No Compromise

Kota Bogor | KabarFaktual

Ketua Yayasan KH. M. Mustofa Abdulah Bin Nuh sebagai pemohon meminta agar mahasiswa Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menduduki Lahan miliknya harus mengosongkan hari ini juga dan rumah tersebut harus dihancurkan. Dan jika gagal lagi seperti yang sebelumnya, hal ini akan menampar wajah hukum di Kota Bogor.

 

“Kita warga Bogor yang asli maupun pendatang yang sudah naturalisasi disini pasti akan sangat malu disebabkan Kota Bogor di acak-acak hukumnya, ketua PN Kota Bogor walaupun beliau orang Makasar menginginkan agar esekusi terlaksana, kegagalan esekusi tanggal 27 April 2017 membuat beliau terpukul,” ujarnya kepada Kabarfaktual.com, Selasa (13/9/17) malam saat ditemui di Yayasan Islamic Center Al Ghazali jalan Cempaka, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah.

 

Ia menambahkan, terkait surat edaran pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor tertanggal 7 September 2017, sangat disayangkan kenapa pihak dari mahasiswa Sulawesi Selatan tidak mengindahkan surat edaran tersebut dimana seharusnya mereka (mahasiswa) menyerahkan kunci malam ini juga.

 

“Adanya perlawanan atau tidak esekusi esok hari, Rabu (13/09/17) harus tetap berlanjut, dan tuntas. Dan jika sampai gagal kembali saya sebagai Ketua MUI Kota Bogor akan mengundurkan diri, karena sangat malu memimpin MUI di kota Bogor ini, yang sudah dirusak hukumnya,” ungkapnya.

 

Masih lanjut Ustad Toto panggilan akrabnya, mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan saat esekusi nanti, disiapkan kamera dari berbagai penjuru. “Dari pengalaman esekusi yang sebelumnya ada rekayasa informasi dari mereka, salah satu bentuk rekayasa yang mereka buat dengan memfoto orang-orang yang korban kecelakaan di Rumah Sakit dan terkesan korban dari pihak kami,” ujarnya.

 

Ustad Toto menerangkan, terkait mahasiswa Sulawesi yang menguasai lahan miliknya minta waktu , jika sudah ada surat keputusan yang telah ditetapkan PN Kota Bogor secara teoripun sperti Presiden tidak bisa mengundurkan apalagi sudah ┬ásampai ke rana Mahkamah Agung (MA). “No excuse no compromise,” Tegas Ustad Toto. (Eff)

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.