Ungkap Kasus Tanah, Polres Bogor Keluarkan SPDP Dugaan Pemalsuan Akta Otentik

Kabupaten Bogor – Kabar Faktual

 

Polres Bogor akhirnya menindaklanjuti Laporan Polisi Nomor : LP/B/939/X/2015/JBR/Res Bogor, tanggal 1 Oktober 2015, atas nama Tegoeh Soeprijono. Tindaklanjut itu berupa dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Dalam surat bernomor B/141/VII/2017/Reskrim tertanggal 04 Juli 2017 tersebut, diterangkan jika terhitung mulai hari Kamis tanggal 01 Otober 2016, Polres Bogor telah memulai penyidikan tindak pidana pemalsuan surat dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP.

 

“Pelaporan yang saya lakukan ke Polres Bogor terkait dugaan pemberian keterangan palsu dalam akta otentik, sudah ditindaklanjuti oleh Polres Bogor, dengan dikeluarkannya SPDP nomor B/141/VII/2017 Reskrim. Di dalamnya sudah ada nama terlapornya, yakni IN dan kawan-kawan. Dia pejabat di kantor BPN Kab Bogor,” kata Tegoeh Soeprijono kepada wartawan.

 

Lebih lanjut Tegoeh mengatakan, kasus tersebut terkait dengan dikeluarkannya SHM di desa Ciangsana oleh BPN Kab Bogor, seluas kurang lebih 1,6 ha. Padahal, pemilik lahan tidak pernah memperjualbelikan lahan tersebut, atau pun menggadaikan kepada pihak lain. “Termasuk ada juga Keterangan dari Kecamatan Gunung Putri, bahwa  pihaknya tidak menemukan Register akta Jual Beli (AJB) Nomor : 45/Akta/1972, tertanggal 05-08-1972, di mana AJB itu dibuat dihadapan Camat Gunung Putri selaku PPAT S,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Bogor Agustyarsah saat dikonfirmasi terkait permasalahan ini mengatakan jika pihaknya belum mendapatkan laporan dari stafnya. Hal ini diakuinya, karena dirinya baru menjabat sebagai Kepala BPN Kabupaten Bogor selama tujuh bulan. “Kita sudah sering menghadapi gugatan, namun baru kali ini kita kantor BPN ini dipidanakan. Seharusnya, kalau masyarakat tidak puas dengan BPN, kan bisa di PTUN kan,” katanya.

 

Terkait dengan nama IN, yang akhirnya muncul dalam SPDP kasus tersebut, Agustyarsah mengatakan jika itu adalah pejabat lama BPN Kabupaten Bogor, dan sudah tidak bertugas di BPN Kabupaten Bogor. “Oh, itu orang lama,” ujarnya.

 

Sedangkan KBO Reskrim Polres Bogor Iptu Enjo mengatakan, jika terkait perkembangan penyidikan kasus tersebut, sudah diberikan kepada pelapor melalui penyidiknya. “SP2HP sudah diberikan kepada pelapor oleh penyidik,” ujarnya, via whatsApp. (opik)

 

 

 

Editor: Opik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.