Secara etimologis, “Rangkuk Alu” berasal dari kata “rangkuk” yang berarti suara atau bunyi irama dari alu yang saling dibenturkan, dan “alu” yang merupakan sebatang kayu sepanjang 2 meter yang digunakan sebagai alat penumbuk padi.
Bunyi alu yang saling beradu menghasilkan harmonisasi nada dan tempo yang khas.
Seiring perkembangan zaman, beberapa aspek dalam tari tradisional ini mengalami perubahan. Penggunaan bambu menggantikan alu sebagai alat utama menjadi salah satu contohnya.
Hal ini menunjukkan kemampuan budaya Manggarai untuk beradaptasi dan berkembang tanpa kehilangan esensinya.
Nilai-Nilai yang Dikandung
tarian tradisional ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan spiritual yang penting bagi masyarakat Suku Manggarai.
Nilai-nilai tersebut antara lain:
1. Kegembiraan dan rasa syukur: Tari Rangkuk Alu sering ditampilkan sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang berlimpah dan momen-momen spesial lainnya.
2. Keterampilan dan ketangkasan: Permainan ini melatih ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasi para pemainnya.
Tinggalkan Balasan