Walikota Bogor Terpilih Menjadi Reskom ICLEI Asia Tenggara

KOTA BOGOR, (KF) – Kota Bogor patut berbangga hati, pasalnya Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang terpilih menjadi Regional Eksekutif Komite (Reskom) sekaligus menjadi bagian dari dewan pembina ICLEI ( International Council of Local Environmental Initiatives) Sekretariat Asia Tenggara. Padahal sebelumnya terdapat empat pimpinan daerah di Indonesia lainnya yang turut mengajukan diri. Namun, sampai batas akhirnya hanya Bima yang hasilnya sesuai dengan ketentuan ICLEI.

 

“Jadi syarat utama itu haruslah pemimpin daerah yang kotanya juga menjadi member dari ICLEI, kemudian mengisi formulir administrasi dan membuat portofolio kegiatan yang ingin dipromosikan. Kemudian dilakukan voting oleh seluruh anggota ICLEI ,” ujar Koordinator Project ICLEI Gina Karina seusai pertemuan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di ruang Paseban Punta, Balaikota Bogor, Kamis (7/9/17) kemarin.

 

Ia mengatakan, vooting dilakukan di website dan hanya bisa dibuka oleh anggota ICLEI. Hasil voting menunjukan Bima memperoleh hasil voting terbanyak di banding Reskom lainnya dari Malaysia dan Filipina. Sebagai Rescom Regional Asia Tenggara, Bima berkesempatan hadir dalam kegiatan ICLEI World Congress pada Juni 2018 mendatang. Disana akan dibahas mengenai ICLEI Strategic Plan yang harus disepakati anggota ICLEI.

 

“Disana Bima mempunyai kuasa untuk ikut dalam penentuan ICLEI Strategic Plan dan akan ada juga pemilihan Global Eksekutif Komite untuk tingkat Regional sekaligus pemilihan Presiden Eksekutif Komite ICLEI,” katanya.

 

Lebih lanjut, Gina menjelaskan, banyak manfaat yang bisa didapat Kota Bogor dengan terpilihnya Bima sebagai Rescom. Mulai dari dikenalnya Kota Bogor ke seluruh kota-kota lain di dunia sebagai salah satu leader dalam isu lingkungan. Hingga mengajukan usulan kembali pada konsentrasi isu yang dirasa kurang terakomodasi di rencana yang sudah ada sebelumnya untuk kemudian menentukan pergerakan ICLEI kedepan. “Kalau project portofolio yang Bima ajukan lolos maka nanti akan diberitahukan, dengan kata lain kalau bisa punya manfaat untuk Kota Bogor kegiatan tersebut bisa dilakukan di Kota Bogor,” terangnya.

 

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini akan dilakukan fase kedua Urban Low Emisi Sustainability Strategis yang memfokuskan kepada vertikal integrasi dengan Pemerintah pusat dan harmonisasi antara isu mitigasi dan adaptasi. “Jadi akan lebih ditekankan lagi sehingga nanti berkesinambungan, tidak terpisah-pisah,” pungkasnya. (Rie)

 

 

Editor: Gunk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.