Warga DKI Diminta Kurangi Penggunaan Air Tanah

JAKARTA, (KF) – Deputi Geburnur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar ‎Muadzin Mungkasa meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan air tanah. Tujuannya, untuk meminimalisir terjadinya penurunan muka tanah atau land subsidence.

 

Dikatakan Oswar, saat ini penurunan muka tanah terbesar terjadi di Jakarta Utara yang mencapai tujuh sentimeter.

 

“Bagi yang masih menggunakan air tanah saya minta untuk berhemat, setidaknya dua liter per hari dari konsumsi saat biasanya,” ujar Oswar, Senin (4/9/17).

 

Dijelaskannya, untuk mengurangi penggunaan air tanah di Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperluas suplai air bersih menggunakan sistem perpipaan dari PAM Jaya.

 

“Kita juga mendorong agar bangunan-bangunan di sana mulai memanfaatkan air hujan. Sebab, air hujan juga bisa digunakan sebagai sumber air,” terangnya.

 

Ia menambahkan, untuk menambah sumber air baku Pemprov DKI juga akan memperbanyak tangki septik komunal.

 

“Kita akan maksimalkan tangki septik komunal di sepanjang bantaran sungai. Jadi, kalau ada limbah domestik baik padat maupun cair tidak langsung dibuang ke sungai,” tandasnya. (Erw/Bj)

 

 

Editor: Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.