Warga Nantikan Tindakan Tegas Satpol PP Bongkar PKL di Puspasari

Kabupaten Bogor – KabarFaktual

Tindakan Penegak Perda yakni Satpol PP Kecamatan Citeureup, masih dinanti guna melakukan pembongkaran Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada diatas lahan perhutani di Jalan Raya Puspasari-Karanggan, Desa Puspasari.

 

Tokoh masyarakat Desa Puspasari, Tori mengatakan jika keberadaan PKL diatas lahan perhutani yang dibangun melalui rekomendasi oknum RW sangat disayangkan. Pasalnya ijin yang dimiliki dianggap ilegal.

 

“Itu tidak ada ijin. Saya kira pihak desa dan Satpol PP kecamatan harus bersikap tegas jangan membiarkan seperti itu,” katanya kepada Kabarfaktual.com, Selasa (19/9/17).

 

Tori menyebutkan, memang keterlibatan adanya PKL diatas lahan perhutani itu hanya lingkup RT RW. Akan tetapi pihak desa juga tidak hanya tinggal diam dan harus koperatif selaku pemangku wilayah.

 

“Kalau pihak desa dan Satpol PP tegas, saya yakin itu sudah adanya tindakan yang kongkret dengan adanya pembongkaran,” imbuhnya.

 

Dia menyebutkan, semakin tidak adanya tindakan tegas dari intansi terkait, menjadikan para oknum ini terus memanfaatkan ruang tersebut untuk kepentingan semata. “Kembalikan fungsi awal lahan sebagai ruang terbuka hijau. Ini yang sangat dinanti dari masyarakat yang sejatinya cinta alam,” terangnya.

 

Kepala Desa Puspasari, Sukasna mendukung penuh langkah pembongkaran tersebut jika memang sudah menyalahi aturan. “Silahkan saja dibongkar, tapi harus merata. Lagian pihak desa juga tidak dikaitkan karena itu yang urus pihak RW saja, jadi kami tidak ada beban,” terang Sukasna.

 

Sementara itu, Camat Citeureup Asep Mulyana menjelaskan jika pihak kecamatan sudah mewacanakan hal itu sebelumnya, terkait solusi keberadaan para PKL semi permanen itu yang berdiri diatas lahan perhutani hingga jalur trotoar dan drainase. “Soal PKL puspasari,tunggu saja,” singkat Asep. (Eff)

 

 

Editor: Gung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.