Willy Ketum ASBAKIN Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Kasus Dugaan Penipuan

Foto Ketua Umum Assosiasi Bapak Angkat Indonesia (ASBAKIN) Willy Alegra Sampoerna

 

KabarFaktual.com – Baru-baru ini Ketua Umum Assosiasi Bapak Angkat Indonesia (ASBAKIN) Willy Alegra Sampoerna dilaporkan ke Polda Metro Jaya berdasarkan laporan polisi nomor LP /3872 /VII/YAN/25/2020 Spk1 PMJ tanggal 6 Juli 2020 terkait dugaan kasus penipuan dan pengelapan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. Laporan tersebut diterima oleh kepala sentral pelayanan kepolisian (SPK) terpadu Polda Metro Jaya a/n Kombes Polisi Suprapto S.Sos.

 

Menurut korban Nur saat di konfirmasi di Polda Metro Jaya menuturkan, jika dirinya sangat dirugikan atas dugaan penipuan yang dialaminya.

 

“Saya merasa sangat dirugikan dan telah ditipu oleh Willy Alegra Sampoerna Ketua Umum ASBAKIN. Karena sampai saat ini Willy tidak bisa lagi saya hubungi. Semua kontak saya di blokir Makanya saya laporkan ke Polda Metro Jaya dengan harapan Willy Cs segera di tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pinta Nur kepada Kabarfaktual.com.

 

Nur menceritakan kronologis kejadian (penipuan, red) yang dialaminya, dimana semua bermula pada bulan desember tahun 2019 lalu.

 

“Saat bulan Desember tahun 2019 yang lalu saya bertemu dengan Edy di Blok M Square Jakarta. Pada saat itu teman saya Edy dihubungi oleh temannya bernama Budi Santoso melalui saluran telepon. Dalam percakapan nya Budi Santoso meminta Edy untuk menemui Willy untuk membahasan mengenai peroyek di Provinsi Jambi,” terang Nur.

 

“Kemudian Edy menghubungi Willy melalui telepon dan berjanjilah untuk melakukan pertemuan di Blok M Square. Sekitar pukul 13.00 Wib Willy pun datang. Pada saat pertemuan itu Willy menyampaikan bahwa beliau diutus oleh pak Budi Santoso yang juga sebagai om nya untuk menemui Edy untuk peroyek di provinsi Jambi. Dan pada saat itu terjadi kesepakatan antara pihak Edy dan Willy kemudian Willy minta uang kepada Edy untuk biaya konsultan berangkat ke Jambi untuk melakukan survey,” sambungnya.

 

Masih kata Nur, pada saat itu Willy juga menawarkan kepadanya soal proyek itu. “Pada saat itu saya percaya dengan peroyek yang di tawarkan Willy. Hal itu karena saya memandang teman saya Edy,” ungkap Nur.

 

Lebih lanjut Nur menjelaskan, setelah pertemuan dirinya pulang ke hotel. Dan tak lama kemudian Willy menghubunginya.

 

“Tidak lama saya sampai di hotel, Willy menghubungi saya minta uang untuk biaya konsultan untuk survey ke lokasi proyek. Pada saat itu saya kirimkan uang melalui teransfer ke rekening Willy. Namun sampai saat ini proyek yang dijanjikan Willy kepada saya dan Edy tidak ada satupun yang terbukti. Semua hanya kebohongan. Maka dari itu saya sangat berharap pihak Polda Metro Jaya untuk segera menangkap Willy Cs,” tukasnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum ASBAKIN Willy Alegra Sampoerna saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

 

 

 

 

 

 

 

(Arp/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.