Saat disinggung apakah ada kaitannya dengan politik yang lagi hangat sekarang ini, Gus Yahya menerangkan makna politik yang dimaksud Gus Yahya adalah soal kebijakan pemerintah, bukan kontestasi politik.

“Ya itu nanti akan menjadi makna politik juga. GKMNU itu merupakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga secara langsung, sehingga akan sangat juga berkaitan dengan kebijakan-kebijakan negara atau pemerintah. Di situ makna politiknya,” jelas Gus Yahya.

“Negara punya agenda apa, kebijakan apa, yang diperuntukkan bagi masyarakat bawah apa, itu yang nanti akan dibantu oleh NU untuk men-deliver untuk sampai kepada masyarakat,” tambah dia.

Seperti diketahui, Gus Yahya menyebut Presiden Jokowi tidak pernah jauh dari NU. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan musyawarah nasional (Munas) alim ulama dan konferensi besar (Konbes) PBNU.

“Saya sepenuhnya merasakan bahwa sejak memulai hikmah ini, Pak Presiden tidak pernah jauh-jauh dari PBNU. Senantiasa membersamai PBNU sampai titik ini dan tentu saja saya ingin sampaikan kepada seluruh keluarga besar NU, Insyaallah juga tidak akan pernah jauh-jauh dari Insinyur Haji Joko Widodo,” kata Gus Yahya dalam sambutannya di acara.