“Untuk itu saya mengajak semua untuk menyamakan langkah dalam antisipasi masalah ini,” katanya.

“Kami sudah melakukan identifikasi terhadap berbagai tantangan yang akan dihadapi sehubungan dengan ancaman perubahan iklim. Langkah mitigasi dan adaptasi tersebut tentu membutuhkan kerja sama lintas stakeholder yang baik agar petani tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitasnya,” harap Kabadan Dedi.

Dalam acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 24 bertemakan Program Badan Karantina Pertanian Dalam Antisipasi Dampak Iklim Ekstrim (El Nino) dan Krisis Pangan Global, Selasa (20/06/2023) di AOR BPPSDMP Sekretaris Badan PPSDMP, Siti Munifah mengatakan bahwa saat ini dimana saja telah ada warning terkait perubahan iklim ke seluruh pelosok Indonesia dikarenakan berakibat pada krisis pangan global.

“Perubahan iklim berdampak pada krisis pangan global sehingga ada kemungkinan penurunan produksi sampai dengan 30 persen”, ujar Munifah.

Sedangkan Narasumber Ngobras merupakan Kepala Pusat karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian (Barantan), A.M Adnan mengatakan salah satu peran Barantan dalam antisipasi krisis pangan global dan El Nino yaitu peningkatan pengawasan lalulintas komoditas pertanian khususnya benih jagung melalui pelaksanaan tindakan karantina untuk mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK pada komoditas jagung.