BI juga menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah pada 11-15 Maret 2024 Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini. Menurut Erwin, pada Kamis 14 Maret Rupiah ditutup pada level (bid) Rp 15.575 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 6,63%. Sementara DXY menguat ke level 103,36. DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

Lalu, Yield UST (US Treasury) 10 tahun naik ke level 4,290%. UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Sementara itu pada pagi hari Jumat, 15 Maret 2024, Rupiah dibuka pada level (bid) Rp 15.620 per dolar AS. kemudian Yield SBN 10 tahun naik ke 6,67%.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Erwin.(SW)