“Yang jelas ruang itu sudah diberikan. Saya ngomong tidak harus kami dari pemerintah. Bisa dari swasta maupun temen-temen di YouTube Itu bisa juga memberikan ruang,” imbuhnya.

Kendati demikian, Risma mengingatkan para perempuan tentang perannya sebagai istri dan ibu. Sebab, katanya, perempuan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya di lingkungan keluarga.

“Perjuangan ibu Raden Ajeng Kartini sudah bisa kita rasakan. Namun kita tidak boleh, saya mungkin saya bagian apa, saya orang sangat tradisional konservatif gitu ya karena saya juga kebetulan di Kementerian Sosial ini mengurusi anak-anak jadi saya sangat tahu betapa kekuatan anak-anak itu juga dipengaruhi pada lingkungan keluarga,” imbuhnya.

“Karena itu sekali lagi ruang itu sudah dibuka, tapi kita sebagai kaum perempuan harus tetap tetap dan tetap harus mengerti posisi dan kedudukan kita saat kita di rumah kita adalah seorang ibu dan seorang istri,” pungkasnya.(SW)