Hal ini ia sampaikan usai memaparkan survei ‘Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM’.

Lebih lanjut, Yunarto menyampaikan keuntungan elektoral tersebut tidak akan didapat jika PDIP mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi capres. Pasalnya, elektabilitas Puan masih berada di angka 2 persen sehingga berpotensi menjadi beban elektoral PDIP jika diusung menjadi capres 2024.

“Mba Puan ada di angka sekitar 2 persen, artinya sosok capres ini yang seharusnya logikanya dalam pemilu serentak bisa menjadi dongkrak elektoral, ini berpotensi menjadi beban elektoral,” katanya.

Meski demikian, Yunarto menjelaskan partai tidak hanya menggunakan hasil survei sebagai pertimbangan dalam memilih capres yang akan diusung. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari kompleksitas keputusan partai.

“Tapi balik lagi kompleksitas dari pengambilan keputusan partai kan tidak hanya melihat apa yang ada di dalam hasil survei,” paparnya.

Sebagai informasi, pada rilis survei Charta Politika Indonesia simulasi tiga nama, Ganjar berada di puncak elektabilitas dengan raihan 37,5 persen. Elektabilitas Ganjar berada di atas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang mendapat 30,5 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 25,2 persen.