Daerah  

Gunung Ijen Banyuwangi, Yuk Eksplor 5 Fakta dari Wisata Alam yang Populer Hingga ke Turis Asing ini!

Wisata gunung Ijen. (Foto: Google Maps/Shubhadeep Das)
Wisata gunung Ijen. (Foto: Google Maps/Shubhadeep Das)

Gunung Ijen merupakan ciptaan alam yang menjadi wisata menakjubkan dan berdiri megah di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia.

Dengan ketinggian mencapai 2.386 meter di atas permukaan laut, gunung ijen yang merupakan gunung berapi ini telah menjadi destinasi unggulan dan populer bagi para petualang dan pencinta alam bukan hanya dalam negeri tapi juga hingga luar negeri.

Berikut 5 fakta dari gunung Ijen yang menjadi wisata alam yang populer hingga ke kalangan turis asing ini.

1. Fenomena Langka: Api Biru Abadi atau Blue Fire

Salah satu daya tarik utama Gunung Ijen adalah Kawah Ijen, sebuah danau kawah dengan karakteristik asam yang unik.

Di tengah kawah yang luas, dengan kedalaman mencapai 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 hektare, terdapat fenomena langka yang disebut “Blue Fire” atau api biru abadi.

Keajaiban alam ini hanya terjadi di dua tempat di dunia, salah satunya adalah Gunung Ijen. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan blue fire ini pada rentang waktu tertentu, terutama di antara pukul 2 hingga 4 dini hari.

Dari puncak Kawah Ijen, mata akan dimanjakan dengan panorama indah kompleks Pegunungan Ijen, termasuk puncak Gunung Marapi, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

Baca Juga:   Pimpinan Pondok Pesantren Markas Tidzka Ajak Santri Tolak Paham Radikalisme

2. Kawah Ijen: Keajaiban dalam Diameter

Kawah Ijen menampilkan fitur vulkanik khusus dengan diameter mencapai sekitar 1 kilometer dan kedalaman 175 meter.

Danau hangat berwarna hijau-biru yang memenuhi kawah ini ditahan oleh bendungan yang dibangun bertahun-tahun yang lalu oleh pemerintah Belanda.

Suasana di sekitar kawah menjadi semakin dingin saat malam tiba, mencapai suhu sekitar 5 derajat Celsius di sekitar bibir kawah.

3. Perjalanan Menyusuri Gunung Ijen

Untuk mencapai kawah Gunung Ijen dari Banyuwangi, para pengunjung dapat menggunakan kereta api menuju Stasiun Banyuwangi Kota dan melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju Kecamatan Licin dan Desa Tamansari.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke Paltuding menggunakan truk pengangkut belerang atau bus. Paltuding merupakan pintu gerbang utama menuju Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen.

4. Petualangan yang Membahagiakan dan Menantang

Petualangan di wisata Banyuwangi ini tidak hanya menghadirkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga tantangan fisik yang menarik.

Jalur pendakian awal yang menanjak sejauh 2 kilometer menghadirkan tantangan berupa kemiringan 25-35 derajat dan tanah berpasir.

Setelah melewati jalur yang cukup curam dan licin, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah pegunungan.

Baca Juga:   Richard Sualang akan Gairahkan Bola Basket Lewat Liga Antar Club

5. Kisah Kuli Angkut Belerang di Gunung Ijen

Salah satu pemandangan yang mengesankan di wisata Banyuwangi ini adalah aktivitas kuli angkut belerang.

Para kuli ini membawa beban seberat 75-90 kg dengan dua keranjang di bahu mereka melintasi medan berbatu-batu menuju tempat pengumpulan.

Meskipun sebagian kuli telah menggunakan troli khusus untuk membantu dalam pekerjaan mereka, tetap saja pengalaman ini memberikan gambaran tentang kegigihan dan ketangguhan manusia dalam menghadapi alam.

Kesimpulannya, wisata ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga cerita dan pengalaman yang mendalam bagi para pengunjungnya.

Dari fenomena alam yang langka hingga petualangan mendebarkan, wisata ini adalah surga bagi para petualang sejati yang mencari pengalaman tak terlupakan di tengah keajaiban alam Indonesia.***