Kasat Narkoba Polres Jaktim yang Tewas Bunuh Diri Frustasi Karena Penyakit

JAKARTA – Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Alfrits Towoliu dikabarkan tewas bunuh diri pada Sabtu (29/4) sekira pukul sekira pukul 09.32 Wib. Ia tewas tertabrak kereta api jarak jauh di perlintasan wilayah Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, korban sempat melakukan curahan hati (curhat) kepada Kapolres Metro Jakarta Timur akan sakit yang ia idap.

“Jadi beliau ini baru serah terima, begitu ke Polres Jakarta Timur menghadap ke Kapolres langsung minta izin karena sakit,” kata Trunoyudo kepada wartawan di lokasi, Sabtu (29/4).

Sakit yang diderita Buddy ini yakni adanya permasalahan pada empedunya. Sehingga, membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa saat sakitnya kambuh.

“Jadi ada percakapannya dengan pak Kapolres menyatakan bahwa sakitnya sudah tidak tertahankan lagi dan tidak bisa berbuat apa-apa kalau sedang sakit,” jelasnya.

“Maka 2 minggu lalu baru masuk langsung izin dan kemudian operasi di RS Pondok Indah, tentu ini jadi bagian dari pada proses penyelidikan,” sambungnya.

Trunoyudo menyebut, Buddy juga sudah sempat menjalani operasi atas penyakitnya itu. Operasi ini dilakukan karena penyakit yang sudah tidak kuat ia alaminya.

Baca Juga:   Terkait Karir Eliezer, Polri Pertimbangkan Status JC

“Jauh sebelumnya kejadian ini yang bersangkutan ini sakit, berobat, berobat, kemudian menjalani beberapa medis yang tentunya juga bahan untuk proses penyelidikan, yang sakitnya adalah di empedu,” ungkapnya.

“Sakit ini sudah melapor ke kapolres untuk sementara 2 minggu atau seminggu lalu menjalani operasi, karena tidak tahan lagi tentu ini bagian dair pada penyelidikan,” katanya.

Sebelumnya, Trunoyudo menyebut dugaan kuat AKBP Buddy Towoliu bunuh diri. Pria yang menjabat sebata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur ini diduga menabrakkan diri ke kereta api yang melintas.

“Dugaan sementara karena bunuh diri,” kata Trunoyudo saat dikonfirmasi.

Motif bunuh diri AKBP Buddy hingga kini masih didalami penyidik. “Masih didalami Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya,” sambungnya.

Semasa hidup, Karir AKBP Buddy Towoliu terbilang moncer. Bahkan, ia pernah menerima penghargaan dari Ferdy Sambo.

Saat itu, Ferdy Sambo yang masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri memberikan penghargaan kepada AKBP Buddy Towoliu.

Ketika menerima penghargaan, AKBP Buddy Towoliu menduduki posisi Kepala Sub Bidang Pengamanan Internal (Kassubid Paminal) Bidpropam Polda Metro Jaya di tahun 2022.

Baca Juga:   Kisruh Rempang, Ini Rekomendasi Komnas HAM

AKBP Buddy Towoliu juga pernah membantu proses restorativ justice AKP DK yang berseteru dengan mertua. Hal itu ia lakukan saat menjabat Kassubid Paminal Polda Metro Jaya.

Kasus itu berawal ketika AKP DK melaporkan mertua dan adik iparnya ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas tuduhan pencurian. Tak terima dituduh mencuri, pihak terlapor melaporkan balik AKP DK.

Sebelumnya, AKBP Buddy berkarir di bidang reserse. Ia sempat menjabat Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2015.

Saat masih berpangkat Kompol itu, Buddy mengungkap kasus pembunuhan Deudeuh Alfi alias Tata Chubby. Kemudian, Buddy juga masuk dalam tim kerusuhan aksi 411 pada November 2016.

AKBP Buddy Towoliu resmi menduduki Kasat narkoba Polres Jakarta Timur per tanggal 27 Maret 2023.(SW)